Ini Kllarifikasi Ketua DPW Partai Berkaya soal kedatangan TS di Papua | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Bertus Kogoya SH Bertus Kogoya SH

Ini Kllarifikasi Ketua DPW Partai Berkaya soal kedatangan TS di Papua

Sosial & Politik Penulis  Kamis, 07 Maret 2019 11:03 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

"Kristian Arebok, Jangan Salah Kaprah Atas Kunjungan TS ke Papua"



Jayapura, - Adanya tudingan terkait kedatangan Ketua DPP Partai Berkarya,  Utomo Mandala Putra untuk meresmikan Kantor Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua di beberapa kabupaten, dibantah keras oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Papua, Bertus Kogoya,  SH.

Menurut mantan Wakil Bupati Lanny Jaya ini,  Kristian Arebok sebagai Pemuda Adat Papua (PAP) beserta rekannya harus memahami dengan baik dulu niat dari kedatangan Utomo Mandala Putra. Jangan salah kaprah atas tujuan kunjungan putra bungsu Presiden ke dua ini ke Papua.

Bahkan,  Bertus Kogoya menegaskan,  bahwa apa yang dikatakan oleh saudara Kristian Arebok dan cs-nya semua tidak benar,  sebab kedatamgan Utomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (TS) ini ke Papua bukan untuk meresmikan Kantor LMA seperti yang sudah diungkapkan Kristian Arebok di beberapa media,  akan tetapi  ini semata-mata hanya Silaturahmi dengan para tokoh adat di Papua yang berpusat di Merauke dan Wamena.

Apalagi kata Bertus Kogoya,  Tommy Soeharto ini juga sebagai orang negarawan yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat. Dan beliau juga sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Papua,  sehingga sebagai tamu,  dia pun tahu diri ketika ingin masuk rumah orang harus  ketuk pintu dan minta permisi terlebih dahulu.

"Jadi kehadiran Tommy Soeharto ke Papua bukan untuk meresmikan Kantor LMA tetapi hanya untuk bersilahturami dengan para tokoh adat di Papua yang berpusat di Merauke dan Wamena. Jadi saudara Kristian  Arebok jangan salah kaprah," tegas Bertus Kogoya  ketika di komfirmasi oleh Pasifik Pos di Jayapura Rabu (06/03/19).

Lebih lanjut Bertus menuturkan,  bahwa di seluruh Indonesia dan khususnya Papua maupun daerah lain mempunyai adat masing-masing.

"Pimpinan kami bukan dari lembaga pemerintahan tetapi murni seorang politisi, sehingga dia mengerti tentang adat dan dia tau apa yang harus dia lakukan. Pimpinan kami juga tidak bermaksud untuk mencampur aduk Politik dan adat, apalagi meminta dukungan dari dewan adat. Jadi semua pemberitaan kemarin itu tidak benar," tandasnya.

Diakui, meskipun pimpinannya itu mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari dapil Papua, dan dia juga bukan orang Papua, tapi Tommy Soeharto mengerti betul sebagai tamu, maka dia harus minta permisi dulu ke LMA sebagai tuan rumah.

"Jadi apa yang di sampaikan oleh PAP terkait kedatangan Tommy Suharto untuk meresmikan Kantor LMA ternyata itu keliru, yang sebenarnya ialah kedatangannya untuk bersilahturami bersama LMA tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik. Sekali lagi Tommy Soeharto tidak mencapuri kepentingan politik dengan kepentingan adat, " jelasnya.

Menurutnya, sebagai orang yang mengerti hukum, seharusnya Kristian Arebok juga tidak boleh asal bicara sebelum tahu persis tujuan dari kedatangan Tommy Soeharto ke Papua. Apalagi saat ini dalam situasi politik, sehingga jika berbicara seperti ini juga hati-hati sehingga tidak menimbulkan fitnah.

"Terkait kedatangan Tommy Soeharto ke Papua,  itu salahnya dimana jika niat dia ingin bersilaturahmi ke Dewan Adat Papua. Kunjungan beliau ini jangan dipolitisir terlalu jauh lah dan jangan  ditanggapi sembarang.  Karena Tommy buka mau merubah adat orang Papua. Jadi harus dipahami betul sebelum menuding orang lebih jauh, " ketusnya.

Bertus Kogoya menambahkan, jangan terlalu cemburu terhadap perjalanan Partai Berkarya karena partai lain juga silahkan datang bersilaturahmi kepada lembaga adat masyarakat.

"Jangan terlalu sensi dengan kedatangan Tommy Soeharto sebelum mengetahui apa tujuan kedatangan beliau ini ke Papua, karena Tommy Soeharto tidak punya kapasitas untuk meresmikan kantor LMA, tidak ada urusannya dengan itu.  Ini murni silaturahmi, " tegasnya lagi. (TIARA)

Dibaca 384 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.