Di Yahukimo, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Terbunuh | Pasific Pos.com

| 20 June, 2019 |

Di Yahukimo, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Terbunuh

Kriminal Penulis  Minggu, 03 Maret 2019 18:47 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA – Korina Balyo, remaja berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Dekai kabupaten Yahukimo, ditemukan tewas terbunuh, Sabtu (2/3) pagi.

 Jenazah Korina Balyo (15) ditemukan salah seorang saksi yang hendak mencari kayu bakar di Jalan Seredala Distrik Dekai, ketika itu saksi mendapati korban dengan posisi leher terjerat kabel di sebuah pohon. Atas temuan itu saksi langsung melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat.

Kapolres Yahukimo AKBP Angling Guntoro ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Yahukimo Ipda Adburrohman Hidayat S.Tr.K menuturkan kasus temuan mayat gadis berusia 15 tahun itu kini dalam proses penyidikan dan penyelidikan Satuan Resesre Kriminal Polres Yahukimo guna mengetahui penyebab kematian korban, nemun dugaan kuat korban meniggal akibat dibunuh.

“Kasus ini masih dalam penyidikan, dari hasil visum dokter diketahui korban meninggal akibat dibunuh lantaran terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Hidayat ketika dikonfirmasi, Minggu (3/3) pagi.

Ia menerangkan sehari sebelum ditemukan tewas, korban sempat berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi bermain di rumah temannya yang tidak jauh dari kediamannya namun tidak menyebutkan teman siapa.

“Karena sudah agak larut orang tuanya mencoba mencari ke rumah temannya sekolahnya namun tidak ditemukan sempai hari sabtu keluarganya dikabarkan bahwa korban ditemukan tewas tergantung,” jelasnya.

Selain itu, Lanjut Hidayat, dari keterangan pihak keluarga pun menyebutkan sehari sebelum berpamitan untuk ke rumah teman, kakak ipar korban pun sempat mengancam keluraga korban lantaran ingin mengawini korban yang setatusnya tidak lain merupakan suami dari kakak Korban.

“Saat itu Obeth Borbom datang sambil membawa panah dan meminta untuk mengawini korban, namun korban dan keluarganya menolak karena Obeth Borbom adalah suami dari kakak korban. mendengar penolakan tersebut, Obeth Borbom marah-marah dan mengancam bila tidak diijinkan akan membunuh kakak laki-lakinya korban, sehingga terjadi pertengkaran,” bebernya.

Mantan Sesprim Kapolda Papua ini pun menduga pelaku pembunuhan tidak lain merupakan kerabat dekatnya namun untuk memastikan itu, pihaknya masih akan lakukan penyidikan dan penyelidikan labih lanjut.

Dibaca 161 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.