Merasa Terpanggil, Alumni P5 Siap Mengabdi di Kabupaten Jayapura | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat melakukan pertemuan dengan putra-putri Alumni P5. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat melakukan pertemuan dengan putra-putri Alumni P5.

Merasa Terpanggil, Alumni P5 Siap Mengabdi di Kabupaten Jayapura

Kabupaten Jayapura Penulis  Kamis, 28 Februari 2019 21:10 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dengan sejumlah putra-putri Khenambay Umbay yang merupakan alumni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui program Penelusuran dan Pengembangan Potensi Putra-putri Papua atau P5, Kamis (28/2/19) sore menghasilkan berbagai kesepakatan.

Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura Timothius J. Demetouw dan Kepala BKPSDM Kabupaten Jayapura Alex Rumbobiar ini berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Jayapura, Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Berbagai kesepakatan yang dihasilkan ini karena alumni P5 merasa terpanggil dan bertanggung jawab atas pembangunan di Kabupaten Jayapura sehingga nyatakan siap untuk kembali dan mengabdi di Kabupaten Jayapura.

Salah seorang Alumni P5, Gledis Nere ketika ditemui wartawan usai pertemuan mengungkapkan dari awal sebagian besar mahasiswa yang dikuliahkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura ini berasal dari keluarga yang kurang mampu.

"Jadi, sudah sepatutnya kita kembali ke Kabupaten Jayapura untuk mengabdi disini. Karena pemerintah daerah sudah dengan tangan terbuka menerima dan bersedia membantu kami untuk kuliah ke luar Papua bahkan ada juga yang sampai ke luar negeri,” katanya.

Gledis Nere kembali mengungkapkan saat dirinya bersama rekan-rekannya telah menyelesaikan studi atau pendidikan di luar daerah ada juga tawaran dan panggilan kerja dari daerah lain di luar Papua.

“Misalnya waktu kita masih di Salatiga ada yang dipanggil untuk kerja di Semarang karena ada sekolah yang membutuhkan tenaga TI. Tapi, karena kita tahu kita ini dibiayai oleh pemerintah maka kita punya tanggung jawab disini. Jadi, kita bertanggung jawab untuk Kabupaten Jayapura. Hal ini juga bisa dibilang sebagai rasa terima kasih kita dari alumni P5 kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura," papar perempuan yang juga tenaga kontrak di Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura tersebut.

Terkait dengan pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wakil Bupati Jayapura, dirinya menyampaikan bahwa dirinya dan seluruh alumni P5 diminta untuk membentuk sebuah wadah Ikatan Alumni P5 Kabupaten Jayapura.

“Terkait pertemuan tadi (kemarin siang) kita diminta untuk membuat wadah Ikatan alumni P5. Jadi, dalam pertemuan itu bukan hanya kita yang lulusan UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) saja. Tetapi, untuk seluruhnya yang ada di Kabupaten Jayapura baik itu mahasiswa lulusan dalam negeri maupun luar negeri. Dan itu akan segera kita bentuk dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Dikatakannya, tujuan pembentukan ikatan tersebut juga sangat baik agar para alumni P5 bisa saling bertukar informasi.

“Jadi, dengan adanya wadah ikatan ini kita diharapkan untuk bisa saling bertuka informasi misalnya, kalau ada informasi dari pemerintah bisa disalurkan ke kita dan wadah ini juga bisa menjadi wadah untuk adik-adik kita yang masih kuliah jadi pada saat dorang kembali kesini kita bisa memfasilitasi mereka untuk ada pertemuan seperti nasib baik yang kita alami saat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Timothius J. Demetouw yang juga ikut dalam pertemuan itu memberikan apresiasi kepada para alumni P5 ini yang sudah bersedia untuk kembali membantu Pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Program P5 ini sudah ada sejak bupati sebelumnya dari tahun 2011 dan banyak yang dikuliahkan ke luar negeri dan sudah berhasil. Jadi kalau mereka ingin kembali ke Kabupaten Jayapura kami sangat mengapresiaskan itu,” katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, soal akan diterimanya para alumni P5 ini akan dikhususkan dalam seleksi pemerimann CPNS 2019 yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini dengan presentase 80 : 20.

“Jadi mereka akan dikhususkan masuk dalam 80 persen itu. Sementara yang 20 persen itu untuk non Papua” singkat Timothius Demetouw ketika ditemui diruang kerjanya.

Dibaca 230 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX