Pemkab Mansel Siapkan 20 Ribu Hektar Lahan untuk Kampung Transmigrasi Lokal | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Pemkab Mansel Siapkan 20 Ribu Hektar Lahan untuk Kampung Transmigrasi Lokal

Papua Barat Penulis  Senin, 25 Februari 2019 15:14 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Manokwari Selatan (Mansel), sedang mengupayakan membuka kampung transmigrasi lokal.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Mansel, Agus Saiba, mengatakan, pihaknya sudah melakukan survey beberapa lokasi untuk pembukaan kampung transmigrasi lokal dimaksud.

“Untuk tahun ini, kita ada rencana membuka kampung transmigrasi lokal. Kita baru survey beberapa lokasi yang akan kita jadikan sebagai kampung transmigrasi lokal,” katanya Saiba kepada Tabura Pos, di kantornya, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, beberapa lokasi yang sudah disurvey antara lain, Kampung Demini, Distrik Momi Waren, dengan luas lokasi kurang lebih 20 ribu hektar.

Saiba menerangkan, untuk menjadikan Kampung Damini, sebagai kampung transmigrasi lokal, pihaknya harus melalui beberapa tahap, salah satunya mengajukan lokasi dimaksud ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Lokasi itu, kita akan usulkan ke kementerian terkait, guna mendapatkan persetujuan untuk membuka kampung transmigrasi lokal,” jelas Saiba.

Saiba mengatakan, kampung transmigrasi lokal, nantinya akan diisi dan dikembangkan oleh masyarakat asli Papua yang selama ini masih tinggal dalam satu rumah bersama keluarga lainnya.

Dikatakannya, semua berkas usulan pembukaan kampung transmigrasi lokal, seperti surat pelepasan tanah adat dan lainnya akan disiapkan dan dilengkapi dalam tahun ini.

“Tahun ini semua berkas yang dibutuhkan sudah disiapkan saat pengajuan atau pengusulan ke kementerian nanti, karena surat pelepasan tanah adat yang paling utama,” jelasnya.

Saiba mengungkapkan, sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait tentang rencana pembukaan kampung transmigrasi lokal, apakah lokasi tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung hutan konservasi atau tidak.

“Dari hasil penjelasan dari kementerian terkait, lokasi yang akan dijadikan sebagai kampung transmigrasi lokal tersebut merupakan hutan konservasi, sehingga dimungkinkan untuk pemukiman dalam hal ini kampung transmigrasi lokal,” terang Saiba.

Orang nomor satu di Disnakertransi Mansel ini, menambahkan, tahun ini pihaknya belum dapat melaksanakan program fisik yang dapat menyentuh masyarakat di 6 distrik yang berada di kabupaten Mansel.

Meski begitu, dirinya berharap agar rencana pembukaan kampung transmigrasi lokal berhasil, sehingga dapat dirasakan masyarakat. [CR35-R4]

Dibaca 117 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX