Menaikkan Gairah Seks Alasan Eko Purwanto Rekam Korban yang Berada di Kamar Mandi | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Menaikkan Gairah Seks Alasan Eko Purwanto Rekam Korban yang Berada di Kamar Mandi

Papua Barat Penulis  Minggu, 24 Februari 2019 19:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Sidang kasus tindak pidana pornografi atas terdakwa, Eko Purwanto (39 tahun), dilanjutkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari yang diketuai Faisal M. Kossah, SH, Kamis (21/2).

Dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Umiyati Saleh, SH diizinkan membacakan keterangan saksi korban dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik kepolisian, karena saksi korban tidak bisa dihadirkan ke persidangan.

JPU menjelaskan, berdasarkan BAP, saksi korban berinisial IPS mengatakan, saat itu, korban sedang mandi di kamar mandi dan melihat ke arah ventilasi, ada handphone yang kameranya mengarahkan ke korban. Lokasi tempat kejadian perkara (TKP) berada di rumah kosnya, Jl. Serayu, Sanggeng, Manokwari, Rabu (15/8/2018).

Korban yang menyadari ada kamera yang sedang merekamnya mandi, korban merapat ke tembok sambil berteriak ‘Om di sebelah rekam saya’, tetapi tidak ada orang yang menyahut. Akhirnya, korban keluar dari kamar mandi dan memberitahukan kejadian tersebut terhadap saudarinya, An dan Ha.

Kemudian, korban dan saudarinya menuju ke rumah di sebelah, karena rumah kontrakan hanya berselebahan. Rumah yang berada di sebelahnya itu ditempati terdakwa, Eko Purwanto. Namun, ketika korban dan saksi datang ke rumah korban, terdakwa sedang bersama istrinya di ruang keluarga dan sedang tidur di kasur.

Melihat kedatangan korban dan saksi, terdakwa dan istrinya bangun, kemudian korban menanyakan apakah terdakwa merekamnya. Namun, terdakwa mengaku baru saja bangun, tetapi korban mengatakan, tidak mungkin, karena om dan tante yang memegang kunci dapur.

Merasa curiga, lanjut JPU, korban meminta terdakwa menunjukkan handphonenya, tetapi terdakwa mengelak dan tidak mau menunjukkan handphonenya. Selanjutnya, korban meminta saksi, Ha masuk ke dalam rumah terdakwa dan mengambil handphone yang terletak di kasur.

Setelah memeriksa handphone, ternyata ditemukan video yang berisi rekaman korban sedang berada di kamar mandi. Korban dan saksi mengamankan handphone, lalu menjadikannya sebagai barang bukti dan melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

Ditanya hakim sudah berapa kali terdakwa melakukan perekaman, terdakwa mengaku sudah merekam korban sebanyak 2 kali dengan durasi video selama 26 detik. Dia mengaku melakukan perbuatan ini dengan tujuan mengairahkannya supaya bisa berhubungan badan dengan istrinya secara harmonis.

“Waktu itu saya sedang berantem dengan istri dan baru baikkan, sehingga saya canggung untuk melakukan hubungan badan. Jadi, saya rekam korban saat mandi supaya bisa menaikkan gairah seks,” kata terdakwa.

Usai mendengarkan pengakuan terdakwa, hakim menegaskan, apapun alasannya, perbuatan terdakwa tetaplah perbuatan melawan hukum dan tidak dibenarkan.

Oleh sebab itu, hakim meminta terdakwa memperbanyak berdoa dan meminta ampunan Allah, sehingga Yang Maha Kuasa bisa meringankan segala urusannya. Selanjutnya, majelis hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkan dengan tuntutan JPU, pekan depan. [BOM-R1]

Dibaca 185 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.