10.000 Orang Kelaparan Akibat Hujan Es | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

10.000 Orang Kelaparan Akibat Hujan Es

Headline Penulis  Senin, 13 Juli 2015 12:27 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Masyarakat menunjukan kebun yang dilanda es, sehingga ibu-ubian membusuk, di Distrik Agandugema, Kabupaten Puncak.

Jayapura,- Kurang lebih 10.000 orang di kabupaten Puncak dilanda bencana kelaparan akibat gagal panen ubi. Gagal panen diakibatkan oleh hujan es yang melanda kabupaten Puncak khususnya Distrik Agandugema dari tanggal 9 Juli hingga 12 Juli.
Hujan es  membuat masyarakat menyerah dan mengakibatkan lahan pertanian  rusak parah dan tak bisa bercocok tanam.
Wakil Bupati Puncak, Repinus Telengen saat dihubungi Pasific Pos melalui telephon sellulernya membenarkan kejadian ini. "Benar ada bencana kelaparan akibat hujan es," ujarnya.
Kelaparan di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya itu terjadi Distrik Agandugume, yakni di Kampung Agandugume.
Selain itu menurut wakil bupati Puncak, kegagalan pun dialami oleh masyarakat di dua distrik kabupaten Nduga dan 1 distrik di kabupaten Lany Jaya.
Wabup mengatakan saat ini  warga hanya mengkonsumsi sayur paku (serupa dengan pakis, sebutan untuk masyarakat Papua), serta labu cina.
Ketika ditanyakan usaha apa yang telah dilakukan pemda Puncak, wabup menjelaskan bahwa pemda telah menyiapkan bantuan bahan makanan. "Makanan sekarang menumpuk di Timika. Kami sudah dua kali menyewa pesawat Pilatus. Tapi muatannya hanya sedikit," ujar bupati
Dijelaskannya pula bahwa secara pribadi dirinya telah meminta tolong kepada Kodam melalui Panglima Kodam dan kepada PT Freeport Indonesia.
"Kami masih menunggu bantuan pesawat   berbadan kecil dan heli untuk mendroping beras dan bahan makanan lain,"ujarnya.
Lanjut dia, bahan makanan telah siap didistribusikan. "Kendalanya ya, tranportasi dan cuaca yang tak betsahabat,"?ujarnya.
Kata dia,bencana kelaparan ini beluum dilaporkan kepada Presiden Joko Wododo.
Sementara itu Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan melalui telephon sellulernya dari Timika mengatakan, bahwa benar telah ada pengajuan permintaan.
"Betul sudah ada permintaan oleh Wakil Bupati,  namun kemampuan pesawat kita tidak mampu kesana karena tidak dilengkapi sarana oksigen. Sementara pesawat sipil juga yang biasa terbang kesana tidak mampu," ujar Pangdam. Menurutnya Provinsi setelah dikoordinadikan mengatakan ke Kodam belum mengetahuinya karena katanya belum mendapat laporan. (Fani)

Dibaca 833 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.