Gereja Diharapkan Bersinergi dengan Pemerintah | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Gereja Diharapkan Bersinergi dengan Pemerintah

Papua Barat Penulis  Selasa, 19 Februari 2019 10:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Gereja-gereja di Kabupaten Manokwari diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah guna melayani masyarakat. Terutama terkait peran serta masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah.

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan  mengatakan, meski kondisi daerah ini masih terbatas, namun pembangunan dapat berjalan baik karena didasari pemahaman menjalani hidup rukun dan beriman. Oleh karena itu, diharapkan gereja dapat bersama-sama dengan pemerintah saling bersinergi, bermitra, dan saling melayani untuk kepentingan bersama, terutama terkait peran serta dan ketertlibatan masyarakat dalam mendukung program pemerintah.

“Gereja dan pemerintah juga dapat bersama bergandengan tangan berkontribusi dalam rangka mewujudkan masyarakat Manokwari yang berbudaya, maju, mandiri, aman, damai, dan sejahtera,” ujar Mandacan pada acara pengresmian gedung kantor Majelis Daerah Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Injili (GPKAI) Warmare di Kampung Warmare, Distrik Warmare, Sabtu (16/2).

Ketua II GPKAI, George Rumbekwan mengatakan, pengresmian kantor Majelis Daerah GPKAI Warmare merupakan bagian dari upaya merealisasikan visi dan misi GPKAI. Dimana, untuk merealisasikan visi dan misi itu, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu dan mau bekerja keras serta melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

“Jadi dibutuhkan SDM untuk duduk di dalam kantor ini, sebagai ketua, sekretaris, bendahara, dan badan-badan lainnya,” sebutnya.

Setelah gedung itu diresmikan, Rumbekwan berpesan agar tidak “ditutup” lagi. Tapi, gedung harus dimanfaatkan untuk pertemuan dan merencanakan program yang dilaksanakan agar pelayanan kepada jemaat bisa lebih maju lagi.

Menurutnya, para pengurus juga perlu melibatkan anak-anak muda untuk membantu pekerjaan.

Dia mengingatkan, ketua adalah pemimpin. Oleh karena itu, tidak boleh merangkap sebagai bendahara dan sebaliknya bendahara tidak boleh menjadi ketua. “Jangan pula sekretaris mau jadi bendahara, sekretaris mau jadi ketua. Jadi ketua pikir, dengar, dan ambil keputusan. Jika ketua mau jadi sekretaris, mau jadi bendahara, bendahara mau jadi sekretaris akan tidak ada kebersamaan dalam kantor. Sebab, semua sudah memiliki tugas masing-masing,” tegasnya seraya berpesan agar tidak ada ternak-ternak yang naik dan membuat kotor kantor.

Pembangunan kantor MD GPKAI Warmare dilaksanakan menggunakan dana bantuan dari Pemkab Manokwari sebesar Rp 1,6 miliar ditambah bantuan dari para donatur, baik individu maupun kelompok.

Di lokasi pembagunan kantor tersebut sebelumnya berdiri rumah salah satu warga, Monika Wonggor. Dan, rumah tersebut telah  dibangun lagi juga menggunakan bantuan dari Pemkab Manokwari di lokasi berbeda. (BNB-R3)

Dibaca 133 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.