Sahabat AG Creatif ‘Aksi Bersih-bersih’ dan Launching Wifi Gratis di Taman Sorong City | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Sahabat AG Creatif ‘Aksi Bersih-bersih’ dan Launching Wifi Gratis di Taman Sorong City

Papua Barat Penulis  Selasa, 19 Februari 2019 10:04 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Barat, Abdullah Gazam bersama para relawan yang tergabung dalam Sahabat AG Creatif melakukan aksi bersih-bersih di Taman Sorong City, Kota Sorong, Sabtu (16/02/2019).

“Alhamdullilah, hari ini (Sabtu), saya bersama teman-teman relawan melakukan aksi bersih-bersih di sekitaran Taman Sorong City,” kata Gazam kepada Tabura Pos via ponselnya, Sabtu (16/2).

Selain melakukan aksi bersih-bersih, calon anggota legislatif (caleg) DPR Papua Barat dari PKB nomor urut 1 Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Sorong ini, menambahkan, kegiatan ini sekaligus me-launching wifi gratis untuk masyarakat di wilayah Kota Sorong dan sekitarnya yang sering berkunjung ke Taman Sorong City.

“Jadi, bagi masyarakat Kota Sorong dan sekitarnya yang berada di Taman City Sorong, bisa memanfaatkan wifi gratis dengan nama Abdullah Gazam dan password: calegdprdpapuabarat,” ungkapnya.

Lanjut politisi muda ini, secara resmi, mulai Sabtu lalu, siapa saja yang berkunjung ke Taman Sorong City sudah bisa menggunakan fasilitas wifi gratis. Ketentuannya, tegas Gazam, wajib menjaga kebersihan di sekitar Taman Sorong City, sekalian bersama-sama mendukung Kota Sorong yang dicintai ini menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia, ke depannya.

“Artinya, kalau bukan kita, lalu siapa yang mesti menjaga kebersihan kota ini, mulai hari ini dan seterusnya. Persoalan menjaga dan melestarikan lingkungan kota ini agar selalu bersih, bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab kita semua tanpa terkecuali,” tegas Gazam.

Menurut dia, kesadaran tentang lingkungan yang bersih, harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing. “Jadi, belajarlah dari hal-hal yang sederhana, salah satunya dengan cara membuang sampah pada tempatnya,” pinta Ketua DPW PKB Papua Barat ini.

Di sisi lain, dirinya juga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat menyediakan fasilitas-fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai, terutama di tempat-tempat keramaian atau tempat umum.

“Terkadang ada warga yang karena tidak ada tempat sampah, kemudian membuang sampah sembarangan. Kebiasaan buruk seperti ini harus kita ubah perlahan-lahan, tetapi dengan catatan, pemerintah daerah juga harus menyediakan fasilitasnya,” ujar Gazam.

Bukan hanya sampai penyediaan fasilitas seperti tempat sampah, tetapi pemerintah daerah juga harus bisa memastikan apabila tempat sampah tidak ada yang penuh. Kalau bisa, sambung dia, ada petugas yang secara rutin melakukan pengecekan dan jika sudah penuh, segera diangkut ke tempat pembuangan sampah.

“Saya amati di beberapa tempat, bukan hanya di Kota Sorong, tetapi di kota-kota lain juga, kadang tempat sampah penuh, belum diangkut. Akhirnya, sampah meluber, bahkan ada yang meletakkan sampahnya di luar tempat sampah. Selain merusak pemandangan dan juga tidak bersih. Inilah yang harus bisa diantisipasi pemerintah daerah dengan menyiapkan petugas,” katanya.

Ditambahkan Gazam, bukan hanya di tempat umum atau tempat keramaian, tetapi di perumahan atau kompleks, juga harus disediakan tempat sampah. Dengan demikian, jelas dia, sampah dari perumahan atau kompleks tertentu, bisa dibuang pada tempat sampah yang telah disediakan.

“Kalau tidak ada tempat sampah, ya kebanyakan mereka buang sembarang saja, misalnya ke dalam got, kali, atau bahkan dilemparkan ke semak-semak begitu saja. Kebiasaan seperti ini harus sudah kita tinggalkan, dan tingkatkan budaya malu jika kita membuang sampah sembarangan, tetapi dengan catatan, tersedia tempat sampah yang memadai,” paparnya.

Gazam mengungkapkan, alangkah baiknya juga sampah-sampah itu bisa diolah kembali, entah menjadi suatu bentuk kerajinan tangan, pupuk kompos, atau bahkan menjadi plastik daur ulang, misalnya.

“Hal yang seperti ini harus mulai kita pikir bersama supaya tidak semua sampah hanya bermuara ke tempat pembuangan akhir sampah. Kalau bisa bernilai ekonomis dan menjadi pendapatan masyarakat dari sampah yang bisa diolah atau didaur ulang, kenapa tidak? Namun, ini membutuhkan perhatian dan tindakan nyata dari kita semua, mulai sekarang dan seterusnya,” tandas Gazam. [HEN-R1]

Dibaca 151 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.