Penahanan Pengusaha Emas di Mimika Berimbas di Jayapura | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Maria Duwitau Maria Duwitau

Penahanan Pengusaha Emas di Mimika Berimbas di Jayapura

Sosial & Politik Penulis  Senin, 18 Februari 2019 21:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Anggota DPR Papua, Maria Duwitau mengaku khawatir akan nasib para pendulang emas di  Jayapura. Pasalnya, para pedagang atau toko-toko emas yang ada di Kota Jayapura, dikabarkan tidak mau lagi menerima penjualan emas dari para pendulang di Jayapura dan sekitarnya.

Hal ini disebabkan, lantaran penahanan pengusaha emas di Mimika yang memicu protes bagi para pendulang emas baru-baru ini, sehingga kini telah berimbas ke Kota Jayapura.

Bahkan, Maria Duwitauw mengaku jika ia sendiri melihat langsung keluhan dari para pedagang atau toko emas bahwa adanya larangan tidak boleh lagi membeli emas dari masyarakat atau pendulang tradisional.

“Saya melihat di depan mata saya di Jayapura sendiri, toko emas tidak lagi mau membeli emas dari masyarakat pendulang emas dari sekitar Jayapura,” kata Maria Duwitauw, belum lama ini.

Padahal, ujar Maria, sebelumnya mereka mau menerima penjualan emas dari para pendulang emas tradisional itu, meski tidak sampai 2 gram atau jumlahnya sangat kecil, sehingga membuat mereka kesulitan.

“Sekarang jika satu orang punya perbuatan dilarang, imbasnya kan bagi toko atau pedagang emas tidak mau lagi membeli emas dari pendulang. Ini kan kasihan rakyat atau pendulang tradisional, jangan sampai dampak di Mimika, mengorbankan rakyat kecil yang ingin membeli kebutuhan sehari-hari dari hasil mendulang itu,” ujar Maria.

Lanjut dikatakan, jika memang ada aturan yang melarang membawa emas ke luar Papua, mestinya instansi terkait dan kepolisian mensosialisasikan kepada para pengusaha atau toko emas di Papua.

“Karena tanpa sosialisasi, akhirnya mereka tidak mau lagi membeli emas dari masyarakat kecil. Ini sayang sekali," ucapnya.

Apalagi beber Maria, di Mimika, ada ribuan penambang. Saya prihatin di Jayapura juga ada pendulang kecil yang ditolak ketika hendak menjual hasil dulangnya di toko emas.

Namun Maria Duwitauw berharap ada solusi, jika mereka melarang membawa emas keluar Papua, harusnya diberi batasan.

"Jangan sampai toko emas atau pengusaha emas takut membeli karena takut berurusan dengan penegak hukum," ujar Maria.

Politisi Gerindra Papua ini juga berharap, perlu juga didorong adanya industri emas di Papua, sehingga tidak lagi emas yang dikumpul oleh para pengusaha atau toko emas itu dibawa keluar Papua.

“Nah, industri emas ini perlu didorong di Papua,” tandasnya.

Sebelumnya, pasca penangkapan salah satu pengusaha emas di Mimika, membuat proses jual beli emas dari pendulang sempat terganggu. Bahkan, pendulang emas di Mimika sempat melakukan aksi baru-baru ini. (TIARA)

Dibaca 227 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.