Bankers Brewing Menuju Festival Kopi Papua 2019 | Pasific Pos.com

| 20 June, 2019 |

Pimpinan perbankan meracik kopi di acara Bankers Brewing. Pimpinan perbankan meracik kopi di acara Bankers Brewing.

Bankers Brewing Menuju Festival Kopi Papua 2019

Ekonomi & Bisnis Penulis  Senin, 18 Februari 2019 20:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Papua menggelar road to Festival Kopi Papua 2019 bertajuk Bankers Brewing, di gedung Bank Indonesia Papua, Sabtu (16/2/2019).

Ketua BMPD Papua yang juga Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto mengatakan, festiva kopi Papua 2019 akan dilaksanakan antara bulan Juli atau Agustus ang akan dirangkai dengan festival lainnya seperti Teluk Humboldt, Festival Sagu dan Festival Danau Sentani.

“Bankers Brewing merupakan rangkaian menuju festival tersebut, dan akan menjadi seru kegiatannya apabila di gabung dengan festival lainnya, “imbuh Joko.

Kegiatan Bankers Brewing melibatkan para pengusaha atau pemilik café dan sejumlah barista di Kota Jayapura dan dihadiri oleh pimpinan perbankan.

Pihaknya berharap, pimpinan perbankan yang hadir dalam kegiatan tersebut memberi perhatian khusus di sektor usaha kopi dalam hal pembiayaan yang tentunya memberi manfaat bagi kedua pihak.

Terkait pembinaan bagi petani kopi, Joko mengatakan, hal itu tergantung dari bank apakah punya pengalaman membina petani lantaran tidak ada kewajiban dari perbankan untuk melakukan hal itu.

“Tetapi kalau dalam hal mengembangkan usaha kedai kopi, disinilah perbankan masuk, sebab tidak semua bank memiliki pengalaman untuk pengembangan petani. Untuk sektor hulu (petani), Bank Indonesia dan Pemerintah daerah yang masuk kesitu, kalau hilirnya (usaha kopi), perbankan bisa melakukan itu, “jelasnya.

“Tapi ini tergantung kebijakan bank masing-masing karena mereka memiliki referensi atau risiko setiap bank, “lanjut Joko.
Direktur Utama Bank Papua, F.Zendrato mengatakan, terkait komoditas kopi, pihaknya konsen pada komoditas tersebut dengan memperhatikan dari sektor hulu dan hilir.

Dari sektor hulu, kata Zendrato, melalui program Coporate Social Responsibility (CSR), sedangkan dari hilir lebih pada pembiayaan.

Namun diakui Zendrato, kendala bagi petani kopi adalah masih ada keragu-raguan terkait produksi mereka apakah ada yang membeli atau tidak, oleh sebab itu bersama Pemerintah daerah, pihaknya meyakinkan kepada petani kopi bahwa komoditas tersebut pasti laku di pasaran.

Bahkan untuk meyakinkan para petani kopi yang menjadi binaan Bank Papua, pihaknya telah menyerahkan bantuan berupa alat pengupas kopi bagi petani agar lebih efisien dan menghasilkan biji kopi berkualitas ketika berproduksi. (Zulkifli)

Dibaca 196 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.