Mau Kelola Jembatan Hamadi-Holtetamp, Pemkot Silakan Bayar Hak Ulayat Masyarakat | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe. Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Mau Kelola Jembatan Hamadi-Holtetamp, Pemkot Silakan Bayar Hak Ulayat Masyarakat

Kota Jayapura Penulis  Minggu, 17 Februari 2019 21:59 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Kota Jayapura diminta untuk menyelesaikan tuntutan masyarakat adat mengenai pembayaran pembebasan lahan hak ulayat Jembatan Hamadi-Holtekamp.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Papua, Lukas Eneme,S.IP.MH kepada wartawan saat melakukan uji coba jembatan Hamadi-Holtekamp Jayapura, Sabtu (16/2/2019).

Menurut Gubernur, jika pemerintah Kota Jayapura menyelesaikan pembebasan lahan hak ulayat,  maka Pemerintah Kota dapat mengelolah jembatan Hamadi-Holtekamp.

"Apabila pemerintah kota Jayapura tidak bisa menyelesaikan masalah ulayat, jangan urus jembatan ini. Tapi kalau nantinya jembatan ini mau dikelola pemerintah kota, silahkan selesaikan masalah hak ulayat masyarakat," tegas Lukas Enembe.

Sebab jika Pemprov Papua yang menyelesaikan pembayaran ganti rugi hak ulayat, maka Pemprov Papua yang akan mengelolahnya.

"Pemerintah provinsi bisa tangani tapi dengan catatan seluruh pajak keluar masuk kita ambil alih kalau pembayaran pembebasan hak ulayat kita yang tangani, kalau walikota tidak bisa selesaikan tugasnya, jangan urus jembatan ini, serahkan kepada pemerintah provinsi, supaya pengelolaannya dari kita. Kalau walikota mau kelolah silahkan selesaikan tanah adat itu," ucap Lukas Eneme.

Ia tekankan, tugas pemerintah untuk mendukung pembangunan jembatan sudah selesai dengan menggunakan dana APBD, sedangkan pekerjaan sisa atau jalan penghubung ke arah Holtekamp itu dari APBN.

"Meskipun menggunakan dana APBD dan APBN, yang mengerjakan tetap perusahaan PP. Muda-mudahan pekerjaan sisa bisa selesai sehingga Maret ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Papua bisa meresmikannya," tambahnya.

Dibaca 222 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.