Wamafma: Sikap DPR Adalah Tindakan Menentang Negara | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Wamafma: Sikap DPR Adalah Tindakan Menentang Negara

Papua Barat Penulis  Jumat, 15 Februari 2019 13:57 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Filep Wamafma mengatakan, semua orang tidak kebal hukum, siapa pun dia, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat.

Sedangkan, lanjut Wamafma, Pengadilan sebagai lembaga penegak hukum yang dipercayakan melakukan penegakan hukum dalam segala perkara, pihak manapun baik perorangan atau lembaga harus menghargai lembaga Pengadilan itu sendiri.

Selaku praktisi hukum, ia mengungkapkan, berkaitan dengan sikap DPR Papua Barat selaku tergugat, untuk tidak memenuhi relaas panggilan Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, dalam perkara gugatan calon komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Papua Barat selaku penggugat, adalah tindakan yang menentang Negara.

“Saya pikir semua orang harus menghargai Pengadilan, karena kalau tidak menghargai Pengadilan sama artinya kita telah menentang Negara. Karena  Pengadilan kan symbol dari suatu Negara,” kata Wamafma kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Rabu (13/2).

Untuk itu, ditekankannya, siapa pun dia, termasuk DPR Papua Barat ketika dipanggil oleh Pengadilan, harus dapat memenuhi panggilan tersebut tanpa harus memberikan banyak alasan.

Menurut Wamafma, Ketua DPR Papua Barat, Pieters Kondjol harus bersikap bijaksana untuk mengatasi persoalan yang sedang terjadi, minimal dengan menunjuk kuasa hukum bertindak atas nama DPR Papua Barat untuk menghadiri acara peradilan.

“Artinya, jika ada proses hukum yang diajukan oleh siapa saja baik oleh lembaga mau pun perorangan, wajib untuk dipatuhi lembaga yang digugat termasuk DPR Papua Barat,” tutup dia.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, sesuai jadwal persidangan yang ditetapkan PN Manokwari, sidang perdana yang berlangsung, Rabu (12/12/2018), sampai sidang kelima pada, Rabu (30/01/2019), pihak tergugat dalam hal ini DPR Provinsi Papua Barat masih saja mangkir tanpa alasan yang jelas dari persidangan tersebut. [BOM-R1]

Dibaca 159 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.