Realisasi DAK dan Dana Desa 2018 di Papua Belum Optimal | Pasific Pos.com

| 25 June, 2019 |

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Agung Julianta Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Agung Julianta

Realisasi DAK dan Dana Desa 2018 di Papua Belum Optimal

Info Papua Penulis  Kamis, 14 Februari 2019 17:04 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Agung Julianta menyatakan, realisasi penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa tahun 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya.

Namun, belum optimal khususnya DAK Fisik. Realisasi DAK Fisik tahun 2018 sebesar Rp 4.40 triliun atau 90.0 persen dari alokaso pagu Rp 4,89 triliun.

Realiasi tersebut lebih baik dari dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 79,9 persen, namun penyaluran DAK Fisik 2018 masih belum optimal. Demikian disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Agung Julianta, pada Rapat Koordinasi Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Papua tahun anggaran 2019 di Jayapura, Kamis, (14/2/2019).

Menurutnya, masih terdapat beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten yang gagal salurkan DAK Fisik tahap 2 dan 3.

Bahkan terdapat beberapa Pemda yang gagal salurkan sejak tahap pertama, sehingga secara otomatis tahap 2 dan 3 nya juga tidak tersalurkan.

Sedangkan untuk dana desa, kata Agung Julianta, realisasi penyaluran tahun 2018 sebesar Rp 4,28 triliun atau 99,8 persen dari alokasi pagu Rp 4,29 triliun.

Realisasi penyaluran tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 98,3 persen.

“beberapa permasalahan dalam penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa tahun 2018 antara lain, progres kegiatan fisik di beberapa pemda mengalami keterlambatan, sehingga dokumen sebagai dasar penyaluran tidak dapat disipakan tepat waktu,” ujarnya.

Lanjutnya, adanya keterlambatan dana desa dalam menyampaikan laporan realisasi penyerapan dan capaian ouput, sehingga mengakibatkan desa lain dalam kabupaten terkait mengalami keterlambatan dalam penyaluran dana desa tahap berikutnya, adanya keterlambatan dalam mengupload beberapa kontrak kegiatan dan dokumen persyaratan lainnya pada aplikasi omspan, yang terjadi karena kurangnya cek and balance antara SKPD dengan BPKAD, adanya kendala teknis di Pemda seperti keterlambatnya proses lelang pengadaan barang/jasa, dan sebagainya.

Adanya beberapa permasalahan/kendala dalam penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa serta memperhatikan besarnya pagu DAK Fisik dan Dana Desa yang dialokasikan pada tahun 2019, menuntut komitmen bersama untuk mematuhi dan melaksanakan berbagai ketentuan persyaratan penyaluran yang telah ditetapkan.

Dengan demikian diharapkan penyaluran DAK Fisik maupun Dana Desa pada tahun 2019 dapat berjalan dengan lebih baik, efektif dan optimal.

Dibaca 150 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.