Tahun 2018, BNNP Papua Barat Assesment Pecandu Narkotika | Pasific Pos.com

| 25 June, 2019 |

Tahun 2018, BNNP Papua Barat Assesment Pecandu Narkotika

Papua Barat Penulis  Kamis, 14 Februari 2019 17:01 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Kabid Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat, dr. Arianta Damanik, mengungkapkan, di tahun 2018, BNNP Papua Barat telah melakukan assesment bagi 33 pasien, pecandu narkotika.

Dikatakan Damanik, pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan target yang diberikan BNN Republik Indonesia, yaitu assesment bagi 28 pasien ditahun 2018.

“Dari 33 pasien ini, ada yang pengguna ganja dan ada juga pengguna shabu, tapi lebih banyak ganja,” kata Damanik saat dikonfirmasi Tabura Pos di Kantornya, Rabu (13/2).

Ia menuturkan, sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Assesment, menyatakan bahwa assesment diperuntukan bagi pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika, pengguna atau pengedar shabu dibawah 1 gram dan pengguna atau pengedar ganja dibawah 5 gram.

Dari segi medis, assesment dilakukan untuk mengetahui sejauhmana ketergantungan seseorang terhadap narkotika dan memastikan bahwa orang yang bersangkutan benar-benar pecandu narkotika atau seorang bandar yang hanya berdalih untuk mendapatkan keringanan hukum.

Untuk proses assesment itu sendiri, lanjut Damanik, harus dilakukan berdasarkan adanya permintaan pihak penyidik kepolisian atau pun pihak kejaksaan.

Jika dari assesment itu sendiri menunjukan bahwa oknum yang bersangkutan positif merupakan pencandu narkotika, maka menjadi hak-nya untuk mendapatkan rehabilitasi atau pertolongan medis.

“Dalam pandangan kita, seorang pecandu narkotika adalah pesakitan karena memiliki ketergantungan, jadi memang membutuhkan pertolongan medis melalui proses rehabilitasi,” jelas dia.

Ditanya apakah pecandu narkotika yang menyerahkan diri untuk direhabilitasi diproses hukum, Damanik mengaku, karena itu sukarela yang mencari bantuan pertolongan medis, sehingga tidak akan diproses hukum, hanya dilakukan assesment. [BOM-R1]

Dibaca 185 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX