Jadi Tuan Rumah Peda KTNA IV, Bintuni akan Tampilkan Berbagai Icon Fenomenal dan Menakjubkan | Pasific Pos.com

| 22 September, 2019 |

Jadi Tuan Rumah Peda KTNA IV, Bintuni akan Tampilkan Berbagai Icon Fenomenal dan Menakjubkan

Papua Barat Penulis  Kamis, 14 Februari 2019 14:04 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bintuni, TP - Tahun ini, Kabupaten Teluk Bintuni, dipercayakan sebagai tuan rumah Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) ke-IV Provinsi Papua Barat. Peda KTNA ke IV, akan berlangsung selama 7 hari, sejak 14-20 Juli 2019.

Wakil Ketua Panitia Lokal Peda KTNA IV Papua Barat, Nehemia Rumayomi, SP, mengatakan, Peda KTNA merupakan iven yang akan menampilkan berbagai icon fenomenal dan menajubkan.

Salah satu icon yang akan ditunjukan adalah wisata mangrove, yang akan dilaksanakan di Jeti Kampung Lama Bintuni.

Ia menjelaskan, dalam momen ini, seluruh peserta Peda KTNA, akan dibawa berwisata mangrove sepanjang sungai hingga muara Bintuni untuk melihat langsung sekaligus menikmati keindahan hutan mangrove yang masih alami.

Dikatakannya, kegiatan ini akan dividio clipkan untuk promosi keluar dan mendukung program Gubernur Papua Barat, yang telah mencanangkan Papua Barat, sebagai provinsi konservasi.

Selain itu, agar orang tidak hanya mendengar hutan manggrove Teluk Bintuni terbesar nomor 2 di dunia setelah Amazone tetapi mereka diluaran sana juga nantinya bisa menyaksikan keindahan hutan mangrove Teluk Bintuni melalui vidio clip yang nantinya akan dibuat panitia.

Ia mengutarakan, selain wisata hutan mangrove, panitia juga akan menampilkan icon dari berbagai instansi terkait seperti Dinas Perikanan Teluk Bintuni akan menampilkan icon bioflok budidaya ikan air tawar serta keramba apung yang telah disiapkan di distrik Tembuni dan Meyado.

Selanjutnya, Dinas Pertanian menyiapkan icon  seperti pengembangan pusat agribisnis sayuran yang akan dipusatkan dibeberapa lokasi yaitu di distrik Tuhiba, Kampung Argosigemerai SP-5 Bintuni, pusat pertanian masyarakat disepanjang Gaya Baru Bintuni dan sekaligus akan disiapkan petani andalan di tempat yang akan dikunjungi peserta.

Selanjutnya, Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Teluk Bintuni, juga mempersiapkan beberapa icon menarik yang akan dikunjungi peserta Peda KTNA yaitu hutan kota yang merupakan satu-satunya hutan kota yang ada di Papua Barat saat ini.

Selain itu, dinas ini juga akan menyiapkan kebun pembibitan merbau di belakang Kantor distrik Manimeri SP-3 serta kebun pohon gaharu di kampung Argosigemerai SP-5 Bintuni.

“Kemudian kami juga akan mempromosikan hasil laut Teluk Bintuni seperti kepiting dan udang serta Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni Petrotekno berskla nasional dan internasional yang siswanya nanti bukan hanya dari kabupaten Teluk Bintuni tetapi juga diharapkan dari seluruh Papua Barat,” jelasnya kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Rabu (13/2).

Dalam Peda KTNA kali ini, kata dia, pihaknya juga akan bekerja sama dengan BP Tangguh, untuk menampilkan pengelolaan gas alam cair serta Subitu dengan usahanya untuk memberdayakan masyarakat asli Teluk Bintuni dan juga Petrokimia yang akan dibangun di Onar sebagai pusat industri di wilayah bagian timur Indonesia dan berbagai icon-icon lainnya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Teluk Bintuni yang akan ditampilkan.

Kepala Dinas Pertanian, Teluk Bintuni ini juga menjelaskan bahwa persiapan pelaksanaan Peda KTNA IV di Teluk Bintuni sudah siap, dimana panitia sudah terbentuk dan sudah bekerja dengan melakukan pertemuan beberapa kali termasuk pertemuan dengan Ketua KTNA Provinsi Papua Barat.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah membuat kerangka kegiatan yang akan dilaksanakan di Peda KTNA IV Papua Barat, yang digelar di kabupaten Teluk Bintuni, termasuk penyusunan anggaran yang akan dipakai untuk mensukseskan kegiatan tersebut yang dibutuhkan kurang lebih Rp. 5 miliar.

Ia mengutarakan, usulan anggaran serta kerangka kegiatan akan  dilaporkan ke Bupati Teluk Bintuni sekaligus panitia akan audens dengan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Teluk Bintuni, untuk membicarakan anggaran yang dibutuhkan panitia untuk mensukseskan kegiatan yang akan dipusatkan di Lapangan Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni  tersebut.

Ia menambahkan, Peda KTNA ke IV, rencananya akan dibuka oleh Gubernur Papua Barat dengan melakukan beberapa iven yaitu rembuk atau pertemuan-pertemuan serta ada stand-stand pameran sekitar 30 sampai 40 stand yang akan dibuat untuk diisi oleh peserta yang berasal dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Papua Barat dengan jumlah kurang lebih 1.000 orang yang akan memamerkan hasil-hasil pertanian serta teori dan metode-metode baru untuk pengembangan pertanian.

Lanjut Rumayomi, khusus akomodasi peserta Peda KTNA berbeda dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Di mana dalam kegiatan Peda KTNA ini, memiliki 3 peserta yaitu peserta utama petani dan nelayan dari masing-masing kabupaten/kota, pendamping yang terdiri dari dinas-dinas teknis dari kabupaten/kota yang mendampingi peserta utama, kemudian peserta peninjau terdiri dari Forkopimda dari masing-masing kabupaten/kota se Papua Barat, sehingga penampungan dari peserta juga dibagi 3.

Ia mengaakan, untuk peserta utama dan pendamping akan ditampung diperumahan masyarakat tani dan nelayan di kampung Argosigemerai SP-5 Bintuni, kampung Banjar Ausoy SP-4 dan kampung Waraitama SP-1 sebagai sentra produksi tanaman pertanian dan nelayan.

Peserta disebar tinggal diperumahan masyarakat dengan tujuan petani dan nelayan bisa berinteraksi untuk bertukar informasi.

Sedangkan peninjau atau Forkopimda dari kabupaten/kota panitia hanya fasilitasi dengan menyiapkan tempat sedangkan pembiayaan tanggung jawab mereka.

“Untuk penampungan panitia nanti akan bekerja sama dengan kepala distrik setempat bersama-sama dengan beberapa kepala kampung yang menjadi sasaran tempat penampungan peserta dimana kita akan menginventarisir rumah-rumah layak huni yang nanti akan ditempati peserta Peda KTNA ini,” pungkas Rumayomi. [ABI-R4]

Dibaca 333 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.