Masyarakat Papua Tolak Intimidasi Gubernur Oleh KPK | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Ribuan massa menyatakan sikap menolak intimidasi terhadap gubernur Papua, Lukas Enembe di halaman kantor Gubernur Papua, Rabu (13/2/2019). Ribuan massa menyatakan sikap menolak intimidasi terhadap gubernur Papua, Lukas Enembe di halaman kantor Gubernur Papua, Rabu (13/2/2019).

Masyarakat Papua Tolak Intimidasi Gubernur Oleh KPK

Headline Penulis  Rabu, 13 Februari 2019 17:59 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA – Ribuan masyarakat Papua yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu Bela Papua dan ASN Pemprov Papua berunjuk rasa menyatakan sikap menolak intimidasi terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe oleh KPK menyusul insiden yang terjadi di hotel Borobudur, Minggu (3/2/2019).

Massa  memadati halaman kantor Gubernur Papua, Rabu (13/2/2019) sambil membawa spanduk menyatakan dukungan terhadap Gubernur Lukas Enembe dan jajaran SKPD pemprov Papua yang dinilai punya hati tulus untuk membangun Papua. Namun kemudian dikriminalisasi oleh KPK dengan skenario korupsi.

Koordinator Massa, Benyamin Gurik dalam orasinya menyatakan, ada skenario besar yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui KPK untuk menjatuhkan Gubernur Papua melalui sejumlah isu korupsi.

"Skenario intimidasi  sudah terjadi dari periode kepemimpinan Gubernur yang lalu. Berbagai cara dilakukan oleh mereka( pemerintah pusat) untuk menjatuhkan gubernur. Dikaitkan dengan itu tentunya kami rakyat Papua marah, karena baru Gubernur Papua Lukas Enembe yang punya hati tulus dan komitmen tinggi untuk membangun Papua,"seru Benyamin yang disambut riuh tepuk tangan massa.

Dikatakan, hanya di jaman Lukas Enembe orang tidak bisa lagi sewenang wenang menggunakan anggaran, semuanya sesuai aturan bahkan karena itu di jaman Lukas Papua bisa meraih WTP dari BPK atas laporan penggunaan anggaran.

"Hanya beliau, 10 persen saham Freeport bisa kita dapatkan. Intinya, dengan kepemimpinan beliau banyak orang di pusat yang tidak bisa lagi mencuri di Papua. Makanya mereka melakukan berbagai cara untuk menghentikan Lukas Enembe,"bebernya.

Penanggung Jawab Aliansi Rakyat Bersatu Bela Papua, Alberto Gonzalves Wanimbo dihadapan seribuan rakyat Papua dalam aksi unjuk rasa menolak intimidasi KPK terhadap Gubernur Papua.

"Rakyat Papua akan meminta denda Rp 10 trilyun, karena ini sudah melakukan pembunuhan karakter terhadap gubernur Lukas Enembe. Ini budaya kita orang Papua harus bayar adat," tegas Alberto.

Alberto juga menegaskan setelah aksi pernyataan dukungan terhadap Gubernur Lukas, pihaknya akan mendorong DPR Papua untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) pembentukan Peradilan Rakyat. Dimana pansus bisa mendorong ini ke Jakarta.

"Ini supaya Jakarta tau orang Papua tidak boleh dipermainkan, jangan diinjak injak seenaknya oleh pemerintah pusat. Kami juga akan membentuk tim advokat untuk menggugat KPK," tegasnya lagi.

Skenario OTT oleh KPK yang terjadi di hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (2/2/2019) dua pekan lalu, kata Alberto, merupakan sebuah skenario besar yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Ini merupakan kegiatan pembodohan, pembunuhan karakter orang Papua. KPK sebagai institusi super body paling ditakuti di republik ini, namun untuk pertama kalinya dipermalukan oleh pemerintah Papua. Meraka yang mau melakukan operasi tangkap tangan, tapi ini sebaliknya pemerintah yang tangkap tangan KPK,"katanya.

Model pembunuhan karakter Gubernur Lukas, hampir tiga kali dilakuka oleh KPK dengan isu korupsi. Pertama terkait kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Sentani - Depapre, lalu dugaan korupsi beasiswa mahasiswa luar negeri, lalu yang ketiga dugaan penyuapan Kemenkeu (skenario OTT Borobudur)

"Kita semua rakyat Papua harus bergandeng tangan. Ini satu bentuk ketidakadilan terhadap orang Papua. Ini satu kejahatan yang perlu dilawan," serunya.

"Intinya kami hadir disini untuk memberikan dukungan moril kepada Gubernur Lukas, kami minta KPK dibubarkan, sebab KPK bukan lembaga luarbiasa,"serunya lagi.

Aksi unjuk rasa hingga berita ini diturunkan masih berlangsung, tampak Gubernur Papua, Lukas Enembe telah hadir di tengah tengah massa pengunjuk rasa. Tampak pula Sekda Papua, Hery Dosinaen, para pimpinan OPD dan pegawai Pemprov Papua serta sejumlah anggota DPR Papua.

Dibaca 368 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX