Dinas Pendidikan Papua Barat Fokus Selesaikan Permasalahan Pasca Pengalihan SMA/SMK | Pasific Pos.com

| 17 July, 2019 |

Dinas Pendidikan Papua Barat Fokus Selesaikan Permasalahan Pasca Pengalihan SMA/SMK

Papua Barat Penulis  Rabu, 13 Februari 2019 13:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP -Kabid Pembinaan Ketenagaan Kependidikan dan Penyelenggaraan Tugas Perbantuan, Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Sudjanti Kamat, S.sos, mengungkapkan, banyak getah (persoalan) yang ditinggalkan Dinas Pendidikan kabupaten/kota pasca pelimpahan aset SMA/SMK ke Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat.

“Getah ini yang mulai kita bedah dan selesaikan satu-persatu, terutama masalah tanah,” ungkap Sudjanti Kamat kepada Tabura Pos di Oriestom-by Hotel, Manokwari, belum lama ini.

Menurut dia, ada SMA/SMK yang sudah berdiri sejak 10 sampai 15 tahun yang lalu, namun persoalan itu tidak pernah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota, justru dilimpahkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat untuk diselesaikan.

Bukan cuma itu, lanjut Sudjanti Kamat, ada persoalan lain yang juga dilimpahkan ke pihaknya, seperti persoalan hak guru honor, sarana-prasarana sekolah yang tidak memadai, kekurangan guru tertentu da nmasalah sertifikasi tenaga guru.

Melalui berbagai persoalan ini, ia menilai, seakan-akan selama ini tidak ada yang dikerjakan Dinas Pendidikan kabupaten/kota, sehingga persoalan menjadi menumpuk.

“SMA/SMK baru pindah ke provinsi 2 tahun, tetapi masalah-masalah yang kita tangani dari kabupaten dan kota sangat banyak. Masalah-masalah yang terjadi sejak 15-20 tahun lalu,” ujar dia.

Ia mengaku, permasalahan-permasalahan ini tidak dapat diselesaikan sekaligus oleh pihaknya, namun akan dilakukan secara bertahap, seperti yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini yaitu menyelesaikan masalah tanah sekolah di kabupaten/kota.

Untuk persoalan yang lain-lain, ia menghimbau kepada SMA/SMK di kabupaten/kota agar tetap bersabar terutama dalam hal penyelesaikan pembayaran sertifikasi guru.

“Dananya memang sudah ada, tapi akan kita cairkan secara bertahap,” tandas Kamat.[BOM-R4]

Dibaca 287 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.