Polda Metro Jaya Akan Periksa Pejabat Papua di Jayapura | Pasific Pos.com

| 18 November, 2019 |

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

Polda Metro Jaya Akan Periksa Pejabat Papua di Jayapura

Headline Penulis  Selasa, 12 Februari 2019 21:21 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAKARTA,- Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa pejabat Pemprov Papua dan anggota DPR Papua di Jayapura.

Pemeriksaan pejabat Papua dan wakil rakyat itu terkait penganiayaan pegawai KPK di Jakarta beberapa waktu lalu.

Polda Metro Jaya mengaku tengah mempertimbangkan untuk memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan penganiayaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di Jayapura.

Saksi yang dipertimbangkan diperiksa di Jayapura itu adalah sejumlah pejabat baik dari Pemprov Papua maupun anggota DPRD Papua.

Pemeriksaan pejabat Papua sebagai saksi dilakukan di Jayapura juga setelah Kuasa Hukum Pemprov Papua Stefanus Roy Rening mengusulkan hal itu saat mendatangi Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (11/2/2019).

"Penyidik sedang mempertimbangkan teknis pemeriksaan saksi dari Pemprov Papua," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/2/2019).

Pemeriksaan ini agar penyidik lebih memahami dan mengetahuinya kasus itu secara detail, kata Argo Yuwono.

Menurutnya tidak menutup kemungkinan pemeriksaan saksi dilakukan di Jayapura, Papua.


Koordinasi dengan Polda Papua

Pemeriksaan di Papua akan dilakukan setelah penyidik Polda Metro Jaya berkordinasi dengan Polda Papua.

"Apakah penyidik kami nanti yang ke Papua atau dari penyidik Polda Papua yang memeriksa, semua sedang dipertimbangkan. Intinya itu semua teknis, dan penyidik yang akan memastikannya," kata Argo.

Sebelumnya, Kuasa hukum Pemprov Papua Stefanus Roy Rening memastikan, Sespri Gubernur Papua tidak dapat memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi pada Senin (11/2/2019).

Sespri Gubernur Papua dijadwalkan diperiksa terkait kasus penganiayaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur.

Hal itu diungkapkan Stefanus Roy Rening seusai bertemu penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (11/2/2019).

"Kami menyampaikan ke penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum bahwa karena sesuatu hal, Sespri Gubernur Papua tidak bisa hadir penuhi panggilan penyidik hari ini," kata Stefanus Roy Rening.

Oleh karena itu, kata Stefanus Roy Rening, pihaknya meminta pemeriksaan ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. "Kami meminta pemeriksaan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan," ujarnya.

Selain sespri Gubernur Papua, Stefanus Roy Rening mengatakan pihaknya juga menyampaikan ke penyidik, bahwa saksi lain yang dipanggil yang semuanya pejabat di Pemprov Papua, tidak dapat memenuhi panggilan penyidik hari ini.

"Karena saksi dari kami ini bukan satu, tapi ada 20 orang, maka kami meminta penyidik mempertimbangkan agar pemeriksaan saksi yang semuanya pejabat Pemprov Papua ini dilakukan di Jayapura," ungkap Stefanus Roy Rening.

Stefanus Roy Rening menjelaskan, semua saksi adalah pejabat di Papua, mulai dari Kepala Dinas dan staf di Pemprov Papua, anggota DPRD Papua, Sekda Papua, dan lain sebagainya.

"Oleh karena itu kami mengusulkan pemeriksaan dilakukan penyidik di Jayapura, tapi belum dijawab karena penyidik masih berkoordinasi dengan pimpinan," papar Stefanus Roy Rening.

Sebelumnya, dugaan penganiayaan yang dialami penyelidik KPK terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019) malam, dan diduga dilakukan oleh 10 orang.

Dibaca 291 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.