Ini Perkembangan Industri Jasa Keuangan di Tanah Papua Sepanjang 2018 | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf F.T.Simanjuntak. Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf F.T.Simanjuntak.

Ini Perkembangan Industri Jasa Keuangan di Tanah Papua Sepanjang 2018

Ekonomi & Bisnis Penulis  Selasa, 12 Februari 2019 18:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mencatat sepanjang tahun 2018 asset bank umum di Papua pada tahun 2018  mengalami peningkatan menjadi Rp64,67 triliun atau tumbuh 5,6 persen dari tahun 2017, di Papua Barat asset bank umum meningkat menjadi Rp21,09 triliun atau tumbuh 10,9 persen dari tahun 2017.

Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf F.T Simanjuntak mengatakan, dana pihak ketiga (DPK) bank umum mengalami peningkatan menjadi Rp41,2 triliun atau tumbuh 4,53 persen, DPK bank umum di Papua Barat juga mengalami peningkatan menjadi Rp13,9 triliun pada tahun 2018 atau tumbuh 1,4 persen.

“Aset Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Papua mengalami peningkatan menjadi Rp1,39 triliun atau 4,33 persen pada tahun 2018, demikian juga dengan Provinsi Papua Barat naik menjadi Rp752,8 miliar atau 0,41 persen, “kata Adolf, Selasa (12/2/2019).

DPK BPR di Provinsi Papua, kata Adolf, mengalami peningkatan menjadi Rp495,7 miliar atau tumbuh 0,06 persen pada tahun 2018, akan tetapi di Papua Barat mengalami penurunan menjadi Rp520,5 miliar atau 6,14 persen dari tahun 2017.  

Sementara itu, kinerjapasar modal di Papua dan Papua Barat menunjukkan perkembangan positif sepanjang tahun 2018 dengan peningkatan jumlah investor sebesar 70 persen atau terdapat 3.907 investor baru.

“Kepemilikan saham masyarakat di Papua dan Papua Barat juga tumbuh masing-masing 9,6 persen dan 48 persen dengan total kepemilikan saham sebesar Rp404,6 miliar, “imbuhnya.

Perkembangan positif juga terjadi di industri jasa keuangan lainnya yakni asuransi, perusahaan asuransi di Papua menerima premi sebesar Rp512,9 miliar dan Papua Barat tercatat Rp239,9 miliar untuk asuransi jiwa.

Selain itu, kata Adolf, asuransi umum menerima premi sebesar Rp180,2 miliar di Papua dan Rp39,2 miliar di Papua Barat sepanjang tahun 2018.

“Perusahaan asuransi juga memberikan perlindungan kepada nelayan untuk mengalihkan risiko kecelakaan laut kepada 674 nelayan di Papua Barat dan 1.928 nelayan di Papua, “tutup Adolf. (Zulkifli)

Dibaca 272 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.