Pelayanan Pusda Papua Barat akan Dimulai Sejak Senin Hingga Minggu | Pasific Pos.com

| 25 June, 2019 |

Pelayanan Pusda Papua Barat akan Dimulai Sejak Senin Hingga Minggu

Papua Barat Penulis  Selasa, 12 Februari 2019 12:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat terus berupaya meningkatkan budaya gemar membaca masyarakat di Papua Barat, terutama di Kabupaten Manokwari. Untuk menopang program itu, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal.

Oleh sebab itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan akan mengirimkan 6 pegawai di bagian layanan Perpustakaan Daerah (Pusda) mengikuti training of trainer (TOT) khusus tentang layanan Pusda di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

“Setelah mereka balik, saya anggap kita sudah siap lahir batin dan siap on time. Kita akan buka layanan perpustakaan mulai Senin-Sabtu dan khusus Minggu, kita akan melayani di tempat-tempat rekreasi dengan memaksimalkan 3 mobil layanan Pusda Papua Barat,” kata Kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat, Bernadus Erari kepada Tabura Pos di Gedung Pusda Papua Barat, Jumat (8/1).

Ditanya tentang sasaran pelayanan mobil layanan Pusda Papua Barat, kata Erari, sasaran pertama akan diarahkan ke sekolah-sekolah, misalnya SMA atau SMK yang berada di bawah naungan provinsi. “Tapi, kalau posisi mobil layanan Pusda ada di SP 3, mau tidak mau, kami akan melakukan pelayanan ke semua tingkatan, seperti SD, SMP, SMA, dan SMK di wilayah tersebut,” tutur Erari.

Dia mengklaim, pelayanan mobil sudah berjalan sekitar 4 tahun, tetapi berdasarkan pengamatannya, memang belum maksimal. “Makanya, hari ini saya turun dan mengatur supaya 2 admin bisa tinggal memberi layanan di Gedung Pusda dan 2 orang lagi bisa memberi layanan keluar dengan mobil layanan,” ungkapnya.

Ditanya tentang target dari layanan Pusda Papua Barat ini, ia mengaku, pengunjung yang didominasi para pelajar, selama ini meminjam buku karena kewajiban, bukan panggilan diri untuk meminjam atau membaca buku.

“Katakan mungkin karena tugas, mereka meminjam buku. Ada mungkin semester dan mengulang, itu baru mereka meminjam buku. Jadi, pelajar meminjam buku karena kewajiban, bukan karena panggilan,” ujarnya.

Untuk itulah, Erari mengakui, minat baca masyarakat di Papua Barat masih sangat rendah, sehingga program nasional Safari Gemar Membaca dan peningkatan budaya membaca harus terus ditingkatkan. [FSM-R1]

Dibaca 324 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX