Poltekkes Jayapura Tarik Mahasiswa Praktek dari Poltekkes Bandung | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Dr. Yohana Sorontouw Dr. Yohana Sorontouw

Poltekkes Jayapura Tarik Mahasiswa Praktek dari Poltekkes Bandung

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Senin, 11 Februari 2019 12:37 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

   Jayapura,- Setelah selesai waktu praktek institusi sesuai jadwal akademik akhirnya Program Studi (Prodi) D3 Analis Kesehatan, Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura melakukan penarikan dari lokasi praktek institusi di Poltekkes Kemenkes Bandung.

Ketua Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Jayapura, Dr. Yohana Sorontouw, S.Pd.,M.Kes mengatakan, telah menarik mahasiswa semester VI dari lokasi praktek institusi di Poltekkes Kemenkes Bandung.

   Kegiatan praktek institusi yang dilakukan oleh Jurusan Teknologi Laboratorium (Lab) itu merupakan praktek institusi.

"Jadi mahasiswa kami semester VI praktek di Poltekkes Kemenkes Bandung. Kami tempatkan mahasiswa untuk melakukan praktek di Poltekkes Bandung karena kami belum punya peralatan lab terutama lab Toksikologi Klinik, kalau lab yang lain seperti Hematologi maupun Zito Ito Teknologi belum ada alatnya, sementara tenaga sudah ada. Jadi berhubung karena belum ada lab, kami hanya berikan teori saja, sedangkan prakteknya sementara mahasiswa praktek lab Anatomi di Fakultas Kedokteran" ujar Dr.Yohana.

   lanjutnya, “ini sudah angkatan yang ke-V mahasiswa semester VI melakukan praktek laboratorium Zito Ito Teknologi dan Toksikologi Klinik di Poltekkes Bandung dan ini harus kita upayakan karena mahasiswa kami harus miliki sertifikat praktek laboratorium sebagai pendamping Ijazah. Jadi harapan saya untuk kedepannya, kita sudah punya dua lab untuk menunjang kegiatan praktek mahasiswa. Jadi kalau sudah ada, dua lab ini tidak boleh dicampur dengan lab yang lain, karena kedua lab itu mengadung racun. Semua yang diperiksa racun-racun seperti Toksikologi Pestisida, Carbondioksida serta banyak hal yang berhubungan dengan racun yang ke saraf, sistem pernapasan, maupun makanan dan minuman,” ujar Dr. Yohana Sorontouw.

   Dikatakan, mengingat akan pentingnya peralatan lab, Ia berharap program pembangunan lab di samping Kantor Rektorat Poltekkes Kemenkes Jayapura itu secepatnya dibangun, supaya tidak lagi tempatkan mahasiswa praktek di luar Papua. Lab untuk Zito Ito Teknologi dan Toksikolagi ini tenaganya sudah ada tetapi alat labnya belum ada sehingga terus berangkatkan mahasiswa praktek di luar Papua.

“Tadi, kita ada persentasi hasil praktek mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Bandung, dimana mereka sampaikan hasil dan kalau ada yang kurang, kita luruskan, karena memang mahasiswa harus tahu dan paham betul. Karena nanti mereka akan ikut Ujian Kompetensi (UKOM) Exit-Exam pada Juli 2019 sehingga kita damping mereka terus supaya tidak salah dalam ujian,” katanya.

   Lebih lanjut Dr. Yohana Sorontouw mengatakan, "karena mahasiswa yang baru persentasikan hasil praktek lab zito ito teknologi di Poltekkes Bandung ini kedepan mereka setelah sampai di lapangan, nanti mereka akan membantu dokter Patologi Klinik sehingga mereka dapat bekerja dengan baik sesuai ilmu yang sudah mereka peroleh. Juga terkait praktek lab Toksikologi, ini berhubungan dengan keracunan sehingga diharapkan, keracunan yang berhubungan dengan klinik bisa ditangani dengan baik oleh peserta didik", tutupnya. (Hendry Holago)

Dibaca 273 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.