Tabrak Median Jalan, Seorang Pelajar Tewas | Pasific Pos.com

| 16 October, 2019 |

korban saat disemayamkan di ruang jenazah RS.Dian Harapan Waena sebelum dibawa ke rumah duka. korban saat disemayamkan di ruang jenazah RS.Dian Harapan Waena sebelum dibawa ke rumah duka.

Tabrak Median Jalan, Seorang Pelajar Tewas

Kriminal Penulis  Minggu, 10 Februari 2019 19:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Palajar kelas III Sekolah Menengah Pertama di salah satu sekolah di kota Jayapura, bernama Rian Hendrik Woro Toding Lamba 14 tahun, tewas di lokasi kejadian perkara usai motor yang dikendarainya menabrak median jalan, saat melintas Jl. Raya waena-sentani dekat TL. Waena, Minggu (10/2) dini hari, sekitar pukul 04.05 WIT.

Korban meninggal dunia sebelum dilarikan ke rumah  sakit akibat cedera berat di kepala yang mengakibatkan hidung, telinga dan mulut mengeluarkan darah.

Sementara rekannya, Jordi korwa (17) kini masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit lantaran cedera di lutut usai terlibat kecelakaan bersama korban.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra mengungkapkan kasus kecelakaan yang mengakibatkan seorang remaja bernama Rian meninggal dunia di lokasi kejadian itu kini telah ditangani oleh Unit lakalantas Polsek Abepura.

"Kasus lakalantas tunggal itu telah di tangani. Dari hasil olah TKP dan keterangan beberapa orang saksi di simpulkan kedua korban lalai karena mengendarai kendaraannya dengan kecepatan cukup kencang," ungkapnya, Minggu (10/2) siang.

Ia menerangkan, kejadian itu bermula ketika korban Rian dan rekannya Jordi mengendarai sepeda motor Honda Supra dari arah dari Abepura tujuan  Waena dengan kecepatan kencang setibanya di dekat TL. Waena tiba-tiba pengendara Supra tidak dapat mengendalikan kendaraannya hingga oleng ke kanan dan menabrak meridian/pembatas jalan yang menyebabkan pengendara dan penumpang terlempar ke tengah badan jalan.

"Korban Rian tewas di lokasi kejadian sedangkan temannya langsung dilarikan ke rumah sakit," tutur Jahja.

Akibat dari kejadian ini, Jahja menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi pengendara baik roda dua maupun roda empat agar tidak mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk atau dalam keadaan kencang karena dapat menyebabkan kecelakaan yang berakibat fatal.

Dibaca 271 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX