Ini Tanggapan DASS Soal Pernyataan Anak 'Raja dari Papua' | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

Sekertaris Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Maurits Felle didampingi beberapa perwakilan masyarakat Adat kampung Yobeh,Yahim, Ifar Besar dan Donday saat menggelar Jumpa Pers di Kediamannya, Jalan Youmakhe Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (06/02/19) siang Sekertaris Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Maurits Felle didampingi beberapa perwakilan masyarakat Adat kampung Yobeh,Yahim, Ifar Besar dan Donday saat menggelar Jumpa Pers di Kediamannya, Jalan Youmakhe Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (06/02/19) siang

Ini Tanggapan DASS Soal Pernyataan Anak "Raja dari Papua"

Sosial & Politik Penulis  Rabu, 06 Februari 2019 20:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat adat dan masyarakat Papua mendukung Capres nomor urut 2



SENTANI -  Pengakuan Deki Ohee sebagai anak "raja dari Papua" yang mendeklarasikan dirinya serta mengatasnamakan masyarakat adat Papua mendukung pasangan calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 2, Prabowo-Sandi di Jakarta beberapa waktu lalu, mendapat tanggapan dari Sekertaris Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Maurits Felle.

Menurutnya, pernyataan Deki Ohhe tergolong subjektif dan atas nama pribadinya sendiri.

"Jadi kami masyarakat adat Papua di wilayah Tabi khususnya Suku Sentani tidak memiliki sistem raja tapi sistem otoriter,"katanya pada sesi Jumpa Pers di kediamannya di Jalan Youmakhe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (06/02/19) siang, didampingi beberapa perwakilan masyarakat Adat kampung Yobeh,Yahim, Ifar Besar dan Donday.

Dijelaskan setiap kampung yang ada di wilayah adat Papua khusunya Tabi,  masing-masing punya ondoafi yang punya otoritas pemerintahan yang pastinya berbeda antara satu kampung dan lainnya

"Oleh karena itu,pernyatan Deki Ohee sebagai anak raja dari Papua dan atas nama masyarakat adat serta seluruh masyarakat Papua mendukung Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, kami tolak. Pernyataan itu atas nama pribadinya sendiri bukan masyarakat adat Papua pada umumnya,"katanya.

"Sebab kami tidak mengenal saudara Deki secara pribadi" tegasnya menambahkan.

Untuk itu selaku pimpinan DASS, Maurits Felle juga meminta kepada Deki Ohee dan lainnya untuk tidak menjadikan seluruh Dewan Adat yang ada di Provinsi Papua sebagai alat untuk berpolitik baik dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) di semua tingkatan maupun dalam Pemilihan Presiden-Wakil Presiden pada bulan April mendatang.

"Tapi secara demokrasi seluruh anggota masyarakat adat di Papua punya hak untuk memberikan dukungan dan memilih Presiden-Wakil Presiden baik nomor urut 1 ataupun nomor urut 2 dan para caleg yang maju" tukasnya.

Kalau secara Pribadi, kata Maurits, dirinya dengan beberapa tokoh adat jelas mendukung Capres nomor urut 1 (Jokowi).

"Sebab, perhatian beliau amat besar terhadap Papua. Maka dari itu, kami sangat mendukung pak Jokowi,"cetusnya.

Tak lupa Maurits Felle juga meminta kepada Deki Ohee untuk tidak menjelek-jelekan Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya.

"Karena Lenis Kogoya dan kita ini sama-sama putra asli Papua. Keseluruhan wilayah adat di Papua ini ada tujuh tapi yang dua sudah jadi bagian dari wilayah Provinsi Papua Barat. Jadi saya kembali meminta bukan hanya kepada Deki Ohee saja tapi kepada seluruh anak adat Papua untuk tidak saling menjelek-jelekan satu sama lain" pintanya.

Dibaca 436 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX