Bupati : Manokwari Kota Teladan Kehidupan Umat Beragama | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Bupati : Manokwari Kota Teladan Kehidupan Umat Beragama

Papua Barat Penulis  Rabu, 06 Februari 2019 12:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pertumbuhan gereja di Kabupaten Manokwari kini cukup pesat. Nuansa itu mengartikulasikan identitas Manokwari Kota Injil yang mengalirkan harmonisasi kehidupan intern dan antarumat beragama yang saling hormat menghormati dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang rukun, aman, dan damai.

Dengan latar belakang tersebut,  maka sebut Bupati Manokwari Demas P. Mandacan, tidak berlebihan jika Manokwari dikatakan menjadi kota teladan bagi kehidupan umat beragama di Tanah Papua.

“Untuk itu, saya mengajak masyarakat Manokwari, khususnya warga Gereja Kristen Injili (GKI) dapat berperan untuk memajukan dan melindungi segenap masyarakat, dengan memberantas minuman keras dan narkoba, serta tindakan-tindakan kriminal lainnya dari Kota Injil ini. Manokwari ini harus kita pulihkan bersama. Bahkan jemaat dan gereja harus semakin solid, bersatu dalam membangun gerakan oikumenes, memberikan pelayanan yang universal di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita yang majemuk ini,” ujar Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan dalam sambutannya pada acara pemakuan seng perdana Gereja Ora et Labora Irman Jaya, Distrik Prafi, Senin (4/2).

Gereja, kata dia, harus berperan lebih aktif dan dinamis, tidak hanya sebatas dalam jemaat saja. Pelayanan gereja harus dapat menyeluruh kepada seluruh masyarakat yang ada di Manokwari. Dengan demikian, kata dia, di mana ada gereja, di situ terjadi perubahan atau transformasi kehidupan sosial yang lebih baik.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan bahwa peran serta masyarakat dan lembaga gereja sangatlah dibutuhkan, terutama untuk mendukung program–program pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Manokwari, yaitu mewujudkan Manokwari yang berbudaya, maju, mandiri, aman, damai, dan sejahtera,” katanya.

Di samping itu, dia juga berharap agar lembaga gereja sebagai mitra pemerintah dapat memberikan motivasi yang tinggi kepada jemaat agar lebih proaktif dan kreatif dalam setiap aspek pembangunan, baik dalam bidang kerohanian maupun kemasyarakatan dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada.

“Di samping itu, mari kita membangun mental dan karakter kita serta mencintai budaya dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki, serta memperkokoh iman kita kepada Tuhan,” ajaknya.
Ketua Klasis GKI Hatam Moile Meach, Pendeta Simon Petrus Bisay mengatakan, sebelum pemerintah masuk ke masyarakat, gereja sudah lebih dahulu masuk. Kehadiran gereja yang mendahului pemerintah itu untuk memberikan pengertian kepada warga gereja dan masyarakat setempat.

“Biasanya kami gereja dahulu mengalami sebuah penderitaan, bahkan kami korbankan nyawa. Setelah itu memberi pengertian yang berat di tengah jemaat yang dibina dari waktu ke waktu untuk mengerti maksud dan tujuan Allah merencanakan diri untuk menjadi Tuhan dan penyelamat bagi manusia, setelah itu baru pemerintah masuk. Itu hubungan kerja sama yang terus terjalin dan berlangsung selama ini,” ujarnya.

Sampai pada posisi tertentu, kata dia, pemerintah masuk dan bersama gereja membangun masyarakat dan jemaat. Kehadiran pemerintah, menurutnya, diperlukan karena kemampuannya dalam membangun. “Kita jumpai seseorang yang hadir dan membangun negeri  yang sedikit luas jadi pergumulan berat. Memang ada kepala distrik sampai ketua RT, tapi untuk membangun sampai pada tingkat maksimal yang kita bayangkan itu belum tentu, apalagi kami ketua klasis. Kami bisa punya nama sebagai pimpinan, tapi untuk membangun berat,” ujarnya lagi.

Jika pemerintah berdampingan dan bergandengan tangan dengan gereja, maka pembangunan bisa terlaksana dengan baik, baik untuk masyarakat secara umum maupun warga jemaat khususnya.

“Karena dua-duanya bergandengan tangan untuk melangkah maju membangun bagi gereja dan membangun bagi pemerintah apa yang menjadi pergumulan kita,” sebutnya.

Kepada warga jemaat dan masyarakat sekitar, dia mengingatkan untuk membangun hubungan kerja sama yang baik. Kerja sama juga perlu dilakukan dengan pemerintah setempat.

“Tolong bangun hubungan kerja sama ini secara baik dengan masyarakat setempat dan pemerintah supaya bergandengan tangan untuk bergumul dengan bangunan itu sampai selesai tepat waktu,” tukasnya.

Usai acara pemakuan seng perdana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari, Irma Purnamasari Mandacan yang mendampingi Bupati Manokwari melakukan penaburan benih lele pada salah satu kelompok peternak di Irman Jaya. (BNB)

Dibaca 283 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.