Gubernur: Bencana Kelaparan Puncak Tanggungjawab Bupati | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Gubernur: Bencana Kelaparan Puncak Tanggungjawab Bupati

Headline Penulis  Selasa, 14 Juli 2015 12:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Gubernur Papua, Lukas Enembe mengakui belum menerima laporan dari Bupati Kabupaten Puncak terkait bencana kelaparan akibat gagal panen ubi di Distrik Agandugema.
Kasus di Kabupaten Puncak, menurut gubernur Lukas Enembe, merupakan tanggungjawab dari Pemerintah Kabupaten setempat. Karena masalah ini sudah menjadi fenomena alam di kawasan pegunungan tengah Papua.
‘’Saya belum mendapat laporan secara resmi dari Pemkab Puncak, tapi bupati setempat akan bertangungjawab,’’ Kata gubernur kepada wartawan di VIP Room Sasana Krida Kantor gubernur  Dok II Jayapura, Senin (13/7) kemarin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesejahtraan Sosial dan Pemukiman Papua, Ribka Haluk, juga mengaku belum mendapat laporan soal kasus Kabupaten Puncak. Namun, jika pemerintah setempat meminta bantuan, tentu kita akan langsung kirim. ‘’Kalau ada permintaan langsung dari Pemkab Puncak, tentu kita akan kirim bantuan,’’ ujarnya.
Diketahui, kurang lebih 10.000 orang di kabupaten Puncak dilanda bencana kelaparan akibat gagal panen ubi. Gagal panen diakibatkan oleh hujan es yang melanda Distrik Agandugema, Kabupaten Puncak sejak tanggal 9 Juli hingga 12 Juli kemarin.
Wakil Bupati Puncak, Repinus Telengen saat dihubungi elalui telephon sellulernya membenarkan kejadian ini. "Benar ada bencana kelaparan akibat hujan es," ujarnya.
Wabup mengatakan saat ini  warga hanya mengkonsumsi sayur paku (serupa dengan pakis, sebutan untuk masyarakat Papua), serta labu cina.
Ketika ditanyakan usaha apa yang telah dilakukan pemda Puncak, wabup menjelaskan bahwa pemda telah menyiapkan bantuan bahan makanan. "Makanan sekarang menumpuk di Timika. Kami sudah dua kali menyewa pesawat Pilatus. Tapi muatannya hanya sedikit," ujar bupati
Dijelaskannya pula bahwa secara pribadi dirinya telah meminta tolong kepada Kodam melalui Panglima Kodam dan kepada PT Freeport Indonesia.
"Kami masih menunggu bantuan pesawat   berbadan kecil dan heli untuk mendroping beras dan bahan makanan lain,"ujarnya.
Lanjut dia, bahan makanan telah siap didistribusikan. "Kendalanya ya, tranportasi dan cuaca yang tak bersahabat,"ujarnya.
Sementara itu Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan melalui telephon sellulernya dari Timika mengatakan, bahwa benar telah ada pengajuan permintaan.
"Betul sudah ada permintaan oleh Wakil Bupati,  namun kemampuan pesawat kita tidak mampu kesana karena tidak dilengkapi sarana oksigen.
Sementara pesawat sipil juga yang biasa terbang kesana tidak mampu," ujar Pangdam. Menurutnya Provinsi setelah dikoordinadikan mengatakan ke Kodam belum mengetahuinya karena katanya belum mendapat laporan. (Bams)

Dibaca 847 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.