Korban Pemukulan Oknum TNI Lapor ke Staf Presiden | Pasific Pos.com

| 19 November, 2019 |

Korban Pemukulan Oknum TNI Lapor ke Staf Presiden

Papua Tengah Penulis  Minggu, 03 Februari 2019 11:46 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE – Salah satu korban pemukulan yang dilakukan Oknum TNI di Nabire bersama 4 rekannya, yakni Priyono salah satu wartawan tabloid nasional Sinar Pos akan melaporkan kasus yang dialaminya kepada salah satu Staf Presiden di Jakarta.

Saat menghubungi awak media ini Jumat petang kemarin, yang bersangkutan menyampaikan saat ini telah berada di Jakarta, tepatnya di Kantor Staf Khusus Negara.

Kata mas Pri (panggilan akrabnya), ia akan bertemu langsung salah satu Staf Presiden atas nama Oges Wenda. “Mas (panggilannya kepada awak media ini), saya sekarang lagi berada di kantor staf khusus negara dan ini lagi menunggu untuk bertemu pak Oges Wenda,” kata Pri dibalik telepon selulernya.

Tujuan kedatangannya ke Kantor Staf Khusus Negara, lebih lanjut terang dia, untuk melaporkan apa yang telah dialaminya akhir pekan kemarin. Dimana, dirinya bersama salah satu rekan korban berinisial RG telah dianiaya oleh sekawanan orang, salah satunya adalah anggota TNI dari Kesatuan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH Nabire.

Selain untuk melaporkan hal tersebut, ia (Priyono, red) yang juga mengaku salah satu relawan Jokowi berangkat ke Jakarta tepatnya pada 2 hari kemarin untuk mencari keadilan atas perlakuan tidak manusiawi yang menimpah dirinya beserta temannya RG dan ingin meluruskan sejumlah pemberitaan yang selama ini dinilai tidak objektif.

Seperti diberitakan media ini kemarin, korban yang juga mantan anggota Polres Nabire ini mengungkapkan kekecewaannya terkait keterangan Kapendam yang dalam rilisnya mengatakan kasus ini terjadi karena perebutan pramuria di Lokalisasi Samabusa, Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire.

Dijelaskan korban Priyono, kasus tersebut tak tepat disebut perebutan pramuria, sehingga dirinya menganggap rekannya, yakni RG dijebak oleh salah satu PSK (bahasa kasarnya) berinisial L tersebut.

Priyono membeberkan, bahwa L sengaja mengadu domba pelaku penganiayaan, yakni oknum TNI Pratu AM, dengan rekannya korban RG. Karena pada saat kejadian, istri korban RG berinisial Id justru membela suaminya. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya cekcok antara istri korban dengan oknum anggota TNI di Lokalisasi Samabusa Nabire sebelum kejadian penganiayaan.(wan)

Dibaca 245 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.