Korban Ngaku Disodomi Tete Exan | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Korban Ngaku Disodomi Tete Exan

Papua Barat Penulis  Sabtu, 02 Februari 2019 11:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur atas terdakwa, Exan Puarada alias Tete Exan (53 tahun), dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Dewi Monika Pepuho, SH, Kamis (31/1).

Namun, sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Faisal M. Kossah, SH ini berlangsung tertutup untuk umum.

Usai persidangan, JPU menjelaskan, dalam sidang kali ini, saksi yang dihadirkan sebanyak 4 orang, yakni korban, orang tua korban, ayah dan ibu korban, serta paman korban.

Menurut Dewi Monika Pepuho, keterangan para saksi masih sesuai berita acara pemeriksaan (BAP), dimana mereka membenarkan adanya dugaan pencabulan yang dilakukan terdakwa terhadap korban RNR yang masih berusia 11 tahun.

Peristiwa itu berawal dari bujuk rayu terdakwa, Tete Exan terhadap korban dengan iming-iming akan dibelikan sandal dan sepeda jika korban menuruti semua keinginan dan perkataan terdakwa.

“Korban sendiri mengaku seperti itu dalam persidangan. Korban mengaku disodomi terdakwa, Tete Exan dari anusnya, karena rayuan yang tadi, membeli sandal dan sepeda baru,” ungkap Dewi Monika Pepuho yang dikonfirmasi Tabura Pos usai persidangan di PN Manokwari, kemarin.

Ia menjelaskan, awalnya terdakwa berjanji untuk mengantar korban ke toko untuk membeli sandal baru, tetapi dalam perjalanan, ternyata korban dibawa terdakwa ke Taman Jokowi, Anggrem. Di situlah, kata JPU, terdakwa mencabuli korban.

Diutarakan Dewi Monika Pepuho, apa yang diungkapkan korban dalam persidangan, tentunya akan menjadi materi dan fakta-fakta JPU untuk menuntut atas perbuatan terdakwa.

“Kami akan menyiapkan tuntutan pidana terhadap terdakwa pada persidangan berikut, sehingga perkara ini lebih cepat diputus majelis hakim, sehingga tidak mengganggu psikologis korban,” tandas Dewi Monika Pepuho. [BOM-R1]

Dibaca 186 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.