Pembangunan Jalan Intan Jaya–Paniai Diharapkan Segera Rampung | Pasific Pos.com

| 17 June, 2019 |

Pembangunan Jalan Intan Jaya–Paniai Diharapkan Segera Rampung

Papua Tengah Penulis  Jumat, 01 Februari 2019 10:56 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE – Pembangunan Jalan Trans Papua dari Kabupaten Intan Jaya menuju Kabupaten Paniai diharapkan segera rampung 100 persen. Memang hingga saat ini akses jalan keluar dari Kabupaten Intan Jaya ke kabupaten tetangga sudah tembus dan bisa dilewati kendaraan roda dua.

Menurut informasi, sudah cukup banyak warga yang tembus jalan darat dari Sugapa Kabupaten Intan Jaya hingga finis di Nabire.
 
Perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan roda dua, dari Sugapa hingga Nabire, juga sempat dilakukan oleh Kabag Humas Setda Kabupaten Intan Jaya, Yoyakim Mujizau, SSTP bersama rombongan. Memang di sejumlah titik, ruas jalan itu baru bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Terkait harapan segera tuntasnya pembangunan ruas jalan Trans Papua itu, juga dikomentari oleh Legislator Papua dari daerah pemilihan Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Nabire, Mimika, dan Dogiyai, Thomas Sondegau. Dirinya berharap jalan Trans Papua dari Enarotali, Kabupaten Paniai ke Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, dapat terhubung secepatnya. Harapan yang sama juga dating dari masyarakat Kabupaten Intan Jaya.
Kata dia, masyarakat berharap ruas jalan itu sudah terhubung pada tahun ini. Karena kurang lebih masih ada sekitar 30 kilometer yang belum tembus.

Ia mengatakan, hingga kini ruas jalan itu baru dapat dilalui kendaraan roda dua. Tarif ojek dari Sugapa, ibu kota Intan Jaya ke wilayah Wandai yang merupakan perbatasan senilai Rp 600 ribu, dan dari Wandai ke Enarotali, ibu kota Kabupaten Paniai senilai Rp 600 ribu.

Selain itu katanya, masih ada beberapa titik masih perlu pembenahan agar dapat dilaluai kendaraan roda empat, dan ruas lainnya perlu peningkatan karena kondisi jalan kini terkadang longsor.

"Pengerjaan jalan itu memang bersumber dari APBD provinsi dan APBN. Namun pada 2017 dan 2018 tidak dianggarkan dalam APBD provinsi," ujarnya.

Menurutnya, jika ruas jalan Intan Jaya-Paniai sudah terhubung dan dapat dilalui kendaraan roda empat, harga kebutuhan di Intan Jaya dapat ditekan, karena selama ini mobilisasi kebutuhan pokok ke kabupaten itu hanya dapat dilakukan lewat transportasi udara.

Wakil Bupati Intan Jaya, Yan Kobogoyauw mengatakan hal yang sama. Menurutnya, terbukanya akses darat ke kabupatennya, dapat menekan harga kebutuhan pokok.

"Selama ini akses ke Intan Jaya hanya menggunakan pesawat," kata Kobogoyauw belum lama ini.

Katanya, hal itulah yang menyebabkan harga kebutuhan pokok di Intan Jaya selama ini mahal. (ist/ros)

Dibaca 191 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.