Polisi Ciduk Pengedar Sabu di Jayapura | Pasific Pos.com

| 22 October, 2019 |

pelaku dan barang bukti saat diamankan pelaku dan barang bukti saat diamankan

Polisi Ciduk Pengedar Sabu di Jayapura

Kota Jayapura Penulis  Selasa, 29 Januari 2019 19:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA – Tim Opsnal Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Papua berhasil membekuk seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu berinisial R alias Anto, beberapa waktu lalu.

R alias Anto ditangkap saat hendak pulang kerumahnya yang berada di Jalan Pasir depan Stadion Persidafon, dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan satu pekt sabu yang disimpan didalam saku celana miliknya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM.Kamal menerangkan penangkapan pelaku berawal ketika tim Opsnal Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Papua telah mendapat laporan bahwa di Jalan Pasir depan Stadion Persidafon sering digunakan sebagai tempat transaksi Narkotika, sehingga dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, alhasilnya pelaku berhasil ditangkap.

“Pelaku menggunakan mobil Jenis Daihatsu Terios warna putih hendak masuk ke dalam salah satu kost depan stadion kemudian tim melakukan penangkapan dan penggeledahan dan didapati paket  Sabu yang dibalut menggunakan lakban hitam dan tisue putih lalu di selipkan dikantong celana depan sebelah kanan dari hasil interogasi didapat keterangan bahwa Narkotika jenis Sabu tersebut ia hendak menjual kepada salah satu pelanggannya,” jelasnya.

 Lanjut Kamal, setelah diamankan dan diintrogasi di Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua, pelaku mengaku masih menyimpan Narkotika tersebut di atas plafon belakang kost yang ia tempati.

“Dari hasil penggeledahan tim kembali menemukan 17 paket pelastik bening yang diduga berisikan Narkotika jenis Sabu serta  alat timbang digital serta alat hisap sabu,” jelasnya.

Kamal menambahkan, saat ini pelaku telah berada di Rutan Dires Narkoba Polda Papua untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kepemilikan sabu tersebut.

“Penyidik masih dalami diduga kuat pelaku memiliki jaringan peredaran sabu baik di dalam maupun luar Papua. Untuk modus pengiriman penyidik pun masih kembangkan,” jelasnya.

Atas perbuatanya Kata Kamal, Pelaku dijerat dengan Pasal 111 ayat 1 uu nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan  denda paling banyak 8 miliyar.

Dibaca 386 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.