Ayorbaba Ngaku akan akan Tindaklanjuti Persoalan Peredaran Narkotika dari Lapas | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Ayorbaba Ngaku akan akan Tindaklanjuti Persoalan Peredaran Narkotika dari Lapas

Papua Barat Penulis  Selasa, 29 Januari 2019 14:59 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokowari, TP – Kakanwil Kemenkum HAM Provinsi Papua Barat, Anthonius M. Ayorbaba mengaku akan menindaklanjuti dan membenahi soal peredaran narkotika dari lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan (rutan), termasuk semua jenis pungutan liar (pungli).

“Saya rasa kita kerja semua harus dengan data. Saya sangat open, karena itu sudah menjadi komitmen. Tidak hanya BNN, masyarakat pun memberi laporan ke kami, yang penting harus ada data akurat, sehingga penindakan itu bisa kita lakukan untuk peredaran narkotika di lapas,” kata Ayorbaba kepada para wartawan di Kantor Imigrasi II Non TPI Manokwari, Senin (28/1).

Dikatakan Kakanwil, kendala utama dalam menekan peredaran narkotika dari dalam lapas, karena pelakunya bekerja dengan jaringan, selalu berubah-ubah, dari modus yang satu ke modus yang lain, sehingga ke depan akan dilakukan penguatan.

Di samping itu, ia mengaku, Kanwil Kemenkum HAM Papua Barat akan melakukan pengembangan sumber daya manusia dengan pelatihan yang dinamakan tutorial dan mentoring.

“Rencananya, Menteri Hukum dan HAM mau datang launching kegiatan ini, salah satu materinya berkaitan dengan peredaran narkotika dan penguatan SDM kita. Jadi, sementara kita sedang membenahi,” tambah dia.

Dirinya mengaku sejauh ini belum mengunjungi lapas, rutan, dan cabang rutan, hanya memberikan program yang harus dikerjakan, tetapi satu per satu persoalan akan diselesaikan.

“Jumlah warga binaan di Papua Barat tidak seperti wilayah lain. Warga binaan di Papua Barat hanya memiliki over di bawah 20 persen, sehingga masih mudah dikelola dan dikembangkan,” terang Ayorbaba.

Ia mengungkapkan, Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat, seharusnya memiliki 2 UPT yang baru, yakni Lapas Kelas II A dan Rutan Kelas II A, karena belum ada, sehingga di Papua Barat hanya memiliki Lapas Kelas II B dan rutan di Teluk Bintuni juga belum Kelas II A.

Menurut Kakanwil, Rutan Teluk Bintuni itu layak menjadi lapas dan hal itu sedang dipikirkan, tetapi terlebih dahulu akan ditinjau guna menyusun langkah strategis guna mengoptimalkan memutus mata rantai peredaran narkotika.

Ayorbaba mengaku melihat peluang status Rutan Teluk Bintuni menjadi Lapas Kelas II Narkotika di wilayah Papua Barat, sedangkan Lapas Kelas II B Manokwari akan dibangun di lokasi yang baru. Sedangkan Lapas Manokwari yang lama akan dinaikkan menjadi Rutan Kelas II A, sehingga semua kebutuhan pelayanan bisa dilakukan secara baik.

“Kendala kita hanya di Kemenpan, karena proses restrukturisasi dan perubahan status kelas itu sudah berakhir di tahun 2018. Semoga ada kebijakan nanti dengan kehadian Menteri untuk kita lihat di 2019, apa yang bisa kita lakukan. Kalau progress Lapas Anak sudah selesai, sudah ada pemindahan dari Sorong 5 anak, dari Manokwari 1 anak, dan secara resmi nanti akan diresmikan tanggal 30 Januari 2019,” pungkas Ayorbaba. [CR45-R1]

Dibaca 271 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.