Awal Februari 2019, Bupati Lantik Pejabat Eselon III dan IV | Pasific Pos.com

| 16 September, 2019 |

Awal Februari 2019, Bupati Lantik Pejabat Eselon III dan IV

Papua Barat Penulis  Selasa, 29 Januari 2019 14:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bintuni, TP - Untuk mendorong kerja yang lebih maksimal di dua tahun sisa masa jabatan terutama agar dapat mencapai target dalam RPJMD Tahun 2016-2021, Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT, akan melakukan pembenahan.

Secara khusus, yang menjadi perhatian orang nomor satu di jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Teluk Bintuni, saat ini, yakni reshuffle pejabat struktur pada jabatan Eselon III dan IV.

Mewujudkan hal tersebut, Bupati Kasihiw bertekad paling lambat minggu pertama Februari mendatang, akan melakukan reshuffle kabinetnya.

Bupati mengungkapkan, alasan reshuffle dilakukan di minggu pertama Februari, karena pada minggu kedua bulan itu, pihaknya sudah menetapkan sebagai waktu penyerahan DPA kepada seluruh OPD di lingkup Pemda Teluk Bintuni.

“Sekarang ini saya sedang persiapan untuk reshuffle eselon tiga dan empat. Saya berupaya sebelum penyerahan DPA, reshuffle sudah dilakukan, karena pembagian DPA, minggu kedua bulan Februari, maka sebelum itu sudah ada reshuffle,” ujar Bupati yang dijumpai di para wartawan di kediamannya, Senin (28/1).

Disinggung soal reshuffle pejabat eselon II, Bupati membeberkan, bila saat ini pihaknya tengah memprosesnya dan hasilnya tinggal pembentukan tim seleksi.

Bupati menegaskan, proses seleksi pejabat dalam posisi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ini, pihaknya wajib mengikuti aturan perundang-undangan, karena proses seleksi akan berlangsung secara terbuka (lelang).

Bupati mengutarakan, dirinya sudah berkomitmen di dua tahun sisa masa jabatannya, alasan-alasan politik tidak akan menjadi penentu, yang mana porsi bagi masukan-masukan politik sangat kecil dibanding dengan porsi untuk kalangan professional.

“Seleksi eselon dua tahap berikut, saya tidak akan pikir politik tapi kerja. Oleh karena itu, saya akan memperkecil porsi politik paling banyak 10 persen dan 90 persen untuk kalangan professional. Dua setengah tahun kedepan, saya mau kerja hingga visi saya tercapai, karena  karena, kalau saya tidak lakukan ini, maka rakyat tidak akan percaya saya dengan pak Matret,” papar Bupati.

Bupati mengaku akan menjalin kerjasama dengan sejumlah institusi, salah satunya Unipa, untuk pelaksanaan lelang jabatan.

“Untuk sekarang, hasilnya kami sudah pada tahap koordinasi dengan Komisi ASN dan yang penting sementara berproses. Karena kita harus mengikuti aturan, maka proses seleksi saat ini murni sesuai mekanisme. Saya tegaskan, tidak ada sogok menyogok,” pungkas Bupati. [VLI-R4]

Dibaca 397 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.