Dihantam Badai, Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Sungai Digoel | Pasific Pos.com

| 18 July, 2019 |

Salah satu korban yang berhasil evakuasi. Salah satu korban yang berhasil evakuasi.

Dihantam Badai, Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Sungai Digoel

Kriminal Penulis  Selasa, 29 Januari 2019 10:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Empat Orang Tewas, 9 dikabarkan Hilang”



JAYAPURA – Diterjang ombak besar, Kapal Motor Nelayan (KMN) Lang yang mengangkut 13 nelayan terbalik diperairan Muara Sungai Digoel, 9 orang dinyatakan hilang sementara empat nelayan ditemukan tewas, Minggu (27/1) lalu.

 Sembilan orang yang dinyatakan hilang yakni Abubakar, Aripudin, Sidik, Sulem, Mulyono, Nasarudin, Jai, Kamdan Priatma, dan Jamianto. Sementara empat orang nelayan yang dinyatakan meninggal dunia yakni Tjung Meng,  Herman, Naseran, dan  Muhammad Imam Jumali.

Menurut dari informasi yang dihimpun, KMN LANG – I Tonnase GT.71 yang dinahkodai oleh TJUNG MENG dengan membawa jumlah awak kapal sebanyak 13 orang bertolak dari Kabupaten Merauke menuju ke Perairan Laut Arafura Merauke guna melakukan aktifitas penangkapan ikan. Namun pada haris Kamis Tanggal 24 Januari,  sekitar pukul 10.50 WIT, tenggelam di muara sungai digoel dengan titik koorinat 07 20’ 44”S – 138 23’52”E akibat dihantam Ombak dan angin.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM.Kamal menerangkan kejadian yang menimpah para nelayan itu terjadi pada Kamis 24 Januari 2019 lalu, namun baru diketahui pada tanggal 25 Januari setelah dilaporkan oleh Kapal Nalayan lainnya yang menemukan empat orang jenazah korban di seputaran perairan Sungai Digoel.

Kamal menerangkan saat ini Tim Sar yang tergabung dari Pol Air Polres Merauke dan rekan rekan TNI masih melakukan upaya pencarian sembilan orang yang dinyatakan.

“Tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian, empat orang sudah berhasil dievakuasi dan saat ini telah berada di RS Merauke, sedangkan sembilan orang masih dalam pencarian,” tutur Kamal.

Sementara itu Balai Besar Meteorologi,  Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan cuaca buruk di Perairan Selatan Papua.  Perairan ini meliputi tiga kabupaten yakni Mimika,  Merauke dan Asmat.
Hal ini disampaikan Kepala Balai Besar Meteorologi,  Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura Petrus Demon Sili di Jayapura pada  Senin (25/1/2019).

Petrus mengatakan,  dari hasil pantauan BMKG,  tinggi gelombang laut di Perairan Selatan Papua berpotensi dapat mencapai 2,5 meter hingga 4 meter di Perairan Merauke,  Perairan Yos Sudarso dan Laut Arafura bagian timur. Selain itu juga terjadi hujan deras disertai petir.

Kecepatan angin di Perairan Papua bagian selatan dari 10 knot hingga 30 knot atau 55,56 kilometer per jam.  Kondisi ini juga memicu tinggi gelombang.  

"Kondisi ini dipicu adanya tekanan angin yang rendah dari Teluk Carpentaria di Australia ke wilayah Perairan Papua bagian selatan, " kata Petrus.

Ia menuturkan,  cuaca buruk yang melanda perairan Papua bagian selatan diperkirakan terjadi dari tanggal 24 hingga akhir Januari mendatang.

Dibaca 222 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.