Toko Bintang Jaya ‘Ditutup’, Yusak Sebut Dijual Toni Sejak 1 September | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Toko Bintang Jaya ‘Ditutup’, Yusak Sebut Dijual Toni Sejak 1 September

Papua Barat Penulis  Rabu, 23 Januari 2019 06:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Akhirnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari memenuhi komitmennya untuk menutup Toko Bintang Jaya, yang dikabarkan milik Then Toni, seorang pemasok minuman keras (miras) berlabel, Selasa (22/1) sekitar pukul 12.02 WIT.

Dari pantauan Tabura Pos, penutupan toko yang terletak di Jl. Trikora, Wosi, Manokwari ini dilakukan anggota Satpol PP Kabupaten Manokwari, setelah pihak Dinas  Penanaman Modal Pelayanan terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) dipimpin sekretarisnya, Rita Oropa menemui Yusak, orang yang mengaku sebagai pemilik toko elektronik ini.

Pada pukul 11.28 WIT, tim dari Dinas PM-PTSP yang dipimpin Rita Oropa dan Kepala Satpol PP Kabupaten Manokwari, Yusuf Kaikatui mendatangi toko dan menemui Yusak.

Setelah melakukan pertemuan sekitar 30 menit dengan Yusak, Sekretaris Dinas PM-PTSP meninggalkan toko, sedangkan anggota Satpol PP menutup toko tersebut.

Usai pertemuan dengan Yusak, Rita Oropa menjelaskan, berdasarkan surat petunjuk yang dibawanya, surat pencabutan izin usaha ditujukan atas nama Toni, selaku pemilik Toko Elektronik Bintang Jaya, tetapi berdasarkan hasil komunikasi, toko itu sudah dijual Toni ke Yusak pada 1 September 2018.

“Surat kita tujukan kepada pemilik toko, Toni, tetapi orangnya tidak ada, karena sejak September sudah tinggalkan usahanya dan alihkan tokonya atas nama Pak Yusak,” ungkap Rita Oropa kepada para wartawan di Toko Bintang Jaya.

Ditambahkan Rita Oropa, selain membawa surat pencabutan izin usaha atas nama Toni, tindakan yang akan dilakukan adalah menyegel toko, karena nama yang tertera dalam surat itu bukan atas nama Yusak, sehingga pihaknya mendesak Yusak datang ke Kantor Dinas PM-PTSP untuk membuktikan perkataannya bahwa surat pengalihan kepemilikan Toko Bintang Jaya dari Toni ke dirinya, sedang diurus di Dinas PM-PTSP.

“Kalau tadi kepemilikannya masih atas nama Pak Toni, kita tutup dan segel. Namun, karena katanya sudah dialihkan atas nama Pak Yusak, sehingga kita sarankan ke kantor,” ungkapnya.

Rita Oropa menambahkan, ada 2 surat yang dibawa, yakni pertama, surat penutupan Toko Bintang Jaya dan surat pencabutan izin usaha atas nama CV Bintang Jaya, yang juga pemiliknya atas nama Toni.

“Data kita terakhir masih atas nama Pak Toni, bukan Pak Yusak. Pergantian atau tidak, kami tidak tahu, yang jelas izin Toko Bintang Jaya, masih atas Pak Toni, sehingga kita minta Pak Yusak ke kantor, karena ada batas-batas yang tidak bisa saya jelaskan,” tukasnya.

Sementara itu, penutupan Toko Bintang Jaya atas persetujuan pemilik toko, Yusak, sehingga semua proses berjalan lancar.

“Kami akan kerja sama dalam artian permintaan bapak bagaimana untuk kelanjutan operasional toko kami. Kalau hari ini mau ditutup, silakan, kami siap dan kami tidak keberatan kalau ditutup, kami siap,” kata Yusak, menanggapi permintaan Kepala Satpol PP, yang meminta izin menutup toko seraya memerintahkan karyawan toko memasukkan barang-barang.

Sementara Yusak, mengaku tidak mengetahui kasus yang melibatkan Toni. “Saya tidak tahu. Kalau sekarang tidak ada penyimpanan miras di gudang kami,” jelas Yusak didampingi istrinya kepada para wartawan, kemarin.

Dia menjelaskan, dirinya sudah mengambil alih toko elektronik, Bintang Jaya, dari Toni sejak 1 September 2018 dan surat-surat kepemilikan atas namanya sedang dalam proses.

“Bukan kita saja, dari notaris saya yang mengurus surat-surat pemindahan tangan saja susah ketemu Toni. Surat-suratnya lagi proses,” singkat Yusak, seraya mengaku hanya berteman dengan Toni, karena sama-sama dari Surabaya.

Dikatakan Yusak, dirinya tidak mengetahui kasus penyimpanan miras di gudang toko yang dimilikinya sekarang, karena lebih banyak menetap di Jayapura.

Dicecar apakah dirinya akan menempuh langkah hukum atas penutupan tokonya, karena surat yang diberikan tidak sesuai kepemilikan sekarang, Yusak mengaku belum memikirkan hal itu, karena yang terpenting mengikuti aturan yang diinginkan pemda.

“Itu nanti ya, sekarang kita ikuti proses sesuai keinginan pemda dan taat hukum, yang terpenting sekarang kami akan menghadap kepala dinas untuk mengurus administrasinya,” kata dia.

Kepala Satpol PP, Yusak Kaikatui mengatakan, pihaknya hanya melakukan perintah penutupan toko dan tidak tahu sampai kapan akan ditutup.

Pantauan Tabura Pos, upaya penutupan toko elektronik ini tidak mengganggu aktivitas di tokoh tersebut. Ketika pihak Dinas PM-PTSP bernegosiasi untuk menutup toko, sejumlah karyawan tetap melayani calon pembeli. [SDR-R1]

Dibaca 225 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX