Januari-April 2019, Badan Kesbangpol Buka Pendaftaran Calon Anggota DPR Jalur Otsus | Pasific Pos.com

| 22 October, 2019 |

Januari-April 2019, Badan Kesbangpol Buka Pendaftaran Calon Anggota DPR Jalur Otsus

Papua Barat Penulis  Rabu, 23 Januari 2019 06:43 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Manokwari, TP – Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat membuka pendaftaran perekrutan calon anggota DPR Papua Barat dari Jalur Pengangkatan atau Otonomi Khusus (Otsus) mulai Januari-April 2019.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat, Alberth Nakoh mengutarakan, pihaknya telah membentuk panitia untuk membuat surat keputusan (SK) tentang panitia yang nanti menerima berkas perekrutan calon anggota DPR Papua Barat Jalur Otsus dari masyarakat adat di 12 kabupaten dan 1 kota.

“Sesuai hasil sosialisasi kami bahwa kelompok masyarakat adat yang melakukan musyawarah adat, telah memilih calon anggota DPR dari kluster mereka, segera mendaftar ke Kantor Kesbangpol Provinsi Papua Barat,” kata Nakoh kepada Tabura Pos di Kantor Gubernur Papua Barat, belum lama ini.

Namun, ia menambahkan, tim seleksi (timsel) perekrutan calon anggota DPR Papua Barat Jalur Otsus belum dibentuk, dimana pembentukannya sesuai peraturan gubernur (pergub). Sementara untuk panitia penerimaan di kesekretariatan Kesbangpol, ungkap Nakoh, sudah dibentuk dan siap menerima pendaftaran berkas dari masyarakat adat di 12 kabupaten dan 1 kota.

“Kami tetap mengacu pada raperdasi dan raperdasus tentang perekrutan calon anggota DPR Papua Barat Jalur Otsus periode 2019-2024. Namun, regulasi ini masih dalam tahap pembahasan dan mengingat waktu, tahapan tetap jalan. Jangan sampai Juni 2019, pelantikan anggota DPR jalur politik sudah dilantik, sedangkan pelantikan anggota DPR Jalur Otsus terlambat,” jelasnya.

Ia menegaskan, Badan Kesbangpol berupaya menyiapkan calon anggota DPR Jalur Otsus dan apabila regulasinya ditetapkan, tentunya akan disesuaikan. Apalagi, sebut Nakoh, regulasinya tidak jauh berbeda dengan regulasi perekrutan calon anggota DPR Jalur Otsus sebelumnya.

Di samping itu, Nakoh mengaku, pihaknya telah melakukan sosialisasi tentang rekrutmen calon anggota DPR Papua Barat Jalur Otsus di 12 kabupaten dan 1 kota, bukan sosialisasi raperdasi dan raperdasus tentang rekrutmen calon anggota DPR Jalur Otsus periode 2019-2024.

Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat adat yang telah bermusyawarah di wilayah adatnya masing-masing untuk memilih calon anggota DPR Jalur Otsus, sebaiknya diketahui Badan Kesbangpol di tingkat kabupaten dan kota, kemudian segera diantarkan ke Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat.

“Kalau nama-namanya sudah ada, kami langsung siapkan seleksinya. Pendaftaran ini bisa dilaporkan ke Kesbangpol di tingkat kabupaten dan kota, sehingga tidak diantar masing-masing, tetapi bisa diakomodir Kesbangpol di tingkat kabupaten dan kota,” papar Nakoh.

Dia juga berharap masyarakat adat tidak kaku, dengan artian, anggota DPR Jalur Otsus sebelumnya apabila mau diangkat atau dipilih lagi, itu menjadi kewenangan masyarakat adat.

“Tidak diharuskan anggota DPR Papua Barat Jalur Otsus yang sudah duduk pada periode 2012-2019, dipilih lagi, tetapi dikembalikan ke masyarakat adat di wilayahnya. Bagian inilah yang menjadi tarik-menarik antara MRPB dan DPR Papua Barat bahwa yang sudah duduk tidak boleh dipilih lagi. Tapi intinya, kembali ke masyarakat adat yang nanti memilih keterwakilannya,” tukas Kepala Kesbangpol.

Meski demikian, tambah Nakoh, untuk sementara ini, pihaknya masih menunggu raperdasus dan raperdasi tentang rekrutmen anggota DPR Jalur Otsus yang sedang dibahas. “Kalau dalam regulasi baru ini merujuk bahwa mereka tidak dipilih, kembali ke masyarakat adat,” ujar Nakoh. [FSM-R1]

Dibaca 553 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.