RSUD Manokwari Ajukan Penghapusan Aset | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

RSUD Manokwari Ajukan Penghapusan Aset

Papua Barat Penulis  Rabu, 23 Januari 2019 06:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Tim aset Pemkab Manokwari telah menerima pengajuan penghapusan aset dari RSUD Manokwari. Penghapusan aset berupa obat-obatan kadaluwarsa dan tempat tidur pasien yang sudah tidak layak pakai.

Kepala Bidang Aset pada BPKAD Kabupaten Manokwari, Rahmad Basuki mengatakan, pihaknya masih memilah-milah aset yang akan dihapus. “Kemarin ajukan itu rumah sakit yakni obat-obatan kadaluwarsa. Kemarin kepala subbidang penghapusan aset ke sana untuk mengeceknya,” sebut Basuki kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (22/1).

Terkait proses penghapusan aset, dia mengatakan, pihaknya menunggu usulan dari organisasi perangkat daerah (OPD) bersangkutan. Sebab, OPD yang bertanggung jawab dan tahu layak tidaknya aset sebelum dilakukan penghapusan.

“Kalau mereka ajukan penghapusan ke sini, kita bentuk tim untuk melihat dari sisi ekonominya, kalau memang sudah tidak ekonomis lagi baru dilakukan penghapusan,” imbuhnya.

Terkait pemutihan aset, Basuki mengatakan, pada tahun 2018 tidak ada pemutihan aset. Istilah pemutihan aset pun, kata dia, kini sudah tidak ada dan yang ada adalah pemindahtanganan bila biaya operasionalnya sudah tidak ekonomis lagi.

“Jadi secara ekonomis tidak layak operasional. Umpamanya, satu bulan Rp 40 juta atau Rp 20 juta kalau setahun tinggal dikali 12 saja sudah berapa. Makanya lebih baik dipindahtangankan ke orang lain, terus mereka bayar ke kita dan bisa dipakai untuk membeli yang baru dengan menambah sedikit biaya saja,” sebutnya.

Menurutnya, untuk pemindahtanganan aset, sesuai undang-undang baru dapat dilakukan setelah aset berusia lima tahun dan tetap melihat sisi ekonomisnya.

“Operasional kan selama lima tahun sesuai UU tapi harus pakai analisis apakah dari sisi ekonomis masih standar operasionalnya atau tidak,” tukasnya. (BNB-R3)

Dibaca 227 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.