Pemkab Jayawijaya Diminta Cari Solusi Terkait 12 Sekolah Tidak Aktif | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

Letinus Jikwa Letinus Jikwa

Pemkab Jayawijaya Diminta Cari Solusi Terkait 12 Sekolah Tidak Aktif

Lintas Daerah Penulis  Senin, 21 Januari 2019 22:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Legislator DPR Papua dari daerah pemilihan Jayawijaya meminta Pemkab Jayawijaya secepatnya mencari akar masalah dan solusi terkait 12 sekolah di kabupaten itu yang tidak aktif selama beberapa waktu terakhir ini, karena guru tidak di tempat tugas.

Anggota Komisi V DPR Papua, Letinus Jikwa bidang Pendidikan mengatakan, sekolah ini penting dan merupakan ujung tombak pendidikan anak-anak atau harapan masa depan, sehingga kondisi itu bisa dibiarkan saja begitu.

"Bupati sudah bersedia untuk melihat 12 sekolah yang sudah tutup itu, harus melalui dinas pendidikan itu sendiri. Saya pikir perlu melakukan pendekatan dengan mereka dan menanyakan kepada mereka supaya pendidikan itu  tidak amburadul," kata Letinus.

Menurutnya, kondisi itu tidak bisa dibiarkan, karena yang akan korban adalah anak-anak dan masa depannya.
Ia menyarankan pemerintah Kabupaten Jayawijaya melihat dari sisi dalam masalah, sehingga harus benar-benar memberikan perhatian serius terhadap ke 12 sekolah yang sudah tutup itu.

"Jadi sebagai anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan VI, Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga dan Mamberamo Tengah, maka saya minta tolong kepada bupati dan wakil bupati harus melakukan pendekatan dengan menanyakan langsung kepada dinas dinas terkait, dalam hal ini dinas pendidikan, termasuk memanggil kepala sekolah," tandasnya.

Untuk itu kata Letinus Jikwa,  kepala sekolah juga harus dipanggil dalam waktu dekat dan ditanyai apa masalah sebenarnya, sampai sekolah itu tutup, karena ini menyangkut nasib generasi masa depan.

Bahkan kata Letinus Jikwa, jangan sampai mereka menjadi korban dan ditinggalkan begitu saja.

"Jadi kami harap bupati Jayawijaya berperan aktif melihat pendidikan dengan serius, dengan melakukan pendekatan dan juga perlu tim melihat 12 sekolah yang ditutup itu," ujar Letinus Jikwa.

Apalagi, sambung Letinus Jikwa, Jayawijaya adalah barometer di Pegunungan Tengah Papua, baik pendidikan, kesehatan dan lainnya. (TIARA)

Dibaca 275 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.