Tak Diberi ‘Uang Japre’, Oknum Polair Aniaya Warga | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

Tak Diberi ‘Uang Japre’, Oknum Polair Aniaya Warga

Papua Tengah Penulis  Senin, 21 Januari 2019 07:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolres Sonny : Pelaku Sudah Diamankan dan Akan Diproses


NABIRE - Citra kepolisian kembali tercoreng. Disaat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sedang giat-giatnya memperbaiki citra lembanganya, malah oknum anak buahnya bikin ulah. Kali ini oknum anggota Satuan Polisi Air (Polair) Polres Nabire, Papua, berinisial FS, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga Nabire bernama Hongluis Rumbobiar (30).

Kakak kandung korban, Ati Rumbobiar, mengaku penganiayaan itu terjadi pada Jumat (18/1/2019) lalu sekitar pukul 12.00 WIT, dimana korban Hongluis Rumbobiar baru saja membawa kayu dari hutan untuk dijual ke kota.

Saat melalui Pos Pol Airud, korban Honglius tidak berhenti untuk melapor dan memberikan uang ‘Japre’ atau jatah premen. Tiba-tiba truk yang dikendarai Hongluis dikejar oleh oknum anggota polisi itu. Lalu truk diberhentikan paksa dan Hongluis diseret keluar dari kendaraan dan dianiyaya. “Ade saya ini lewat di pos, karena tidak bayar oknum polisi tersebut langsung kejar," ujar Ati Rumbobiar kepada wartawan di Nabire, Sabtu (19/1/2019) seperti dilansir di laman media online nasional.

Beruntung, Hongluis masih sempat melarikan diri ke kantor polisi dalam keadaan luka dan lebam terkena pukulan. Hongluis kemudian diarahkan ke RSUD untuk menjalani pengobatan. Hingga saat ini korban Hongluis masih menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire akibat sejumlah luka di tubuhnya. Atas kejadian ini, pihak keluarga berencana menempuh jalur hukum agar pelaku dapat diproses.

“Kami sekeluarga sudah sepakat, kasus ini harus diproses hukum lebih lanjut. Kami tunggu ayah kami datang, baru kami lanjutkan kasus ini agar oknum polisi tersebut juga dapat diproses sesuai hukum yang berlaku di negeri ini,” tegas Ati Rumbobiar.

Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho Tampubolon, S.IK, ketika dikonfirmasi terkait hal ini kemarin membenarkan kejadian tersebut. Kapolres Sonny kepada media ini menerangkan, pelaku pemukulan yakni oknum anggota Polisi Air berinisial FS itu telah diamankan pihak Propam Polres Nabire.

“Pelaku pemukulan saat itu juga telah dijemput Propam, dan sedang ditahan untuk menjalani proses dan sebelumnya pula pihak Polres Nabire telah melakukan mediasi antara keluarga korban dan pelaku. Pada prinsipnya terkait kasus ini masih akan didalami, ketika anggota bersalah tetap akan diproses sesuai hukum yang ada,” tegas Kapolres ketika ditemui Sabtu kemarin usai menghadiri kunjungan Dansat Brimob Polda Papua.

Sementara itu, Kasat Pol Air Polres Nabire Iptu Henry J. Manurung, ketika dihubungi media ini Sabtu kemarin menerangkan, menyikapi kasus tersebut diatas terkait dengan hal yang tidak terpuji yang dilakukan anggota dirinya meminta maaf dan selaku Kasat dirinya menyerahkan kepada pimpinan atas dalam hal ini Kapolres Nabire.
 
“Saya sebagai Kasat Polair dan secara pribadi minta maaf kepada korban dan keluarga atas tindakan anggota tersebut. Namun kejadian tersebut murni ulah oknum  dan akan dia pertanggungjawabkan sesuai aturan dan untuk kasusnya sendiri telah ditangani Propam Polres Nabire,” ujarnya seraya menginformasikan bahwa saat ini sedang mengikuti pendidikan di Jakarta.

“Saya pastikan anggota tersebut akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Semua beban itu akan menjadi tanggung jawab oknum yang bersangkutan biar menjadi pelajaran bagi yang lainnya bahwa setiap tindakan ada konsekwensi hukumnya, baik itu pidana maupun perdata,” pungkas Henry Manurung.(wan) 

Dibaca 173 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.