Disperindag Papua Barat Bangun Gudang Hortikultura di Pegaf | Pasific Pos.com

| 22 October, 2019 |

Disperindag Papua Barat Bangun Gudang Hortikultura di Pegaf

Papua Barat Penulis  Jumat, 18 Januari 2019 13:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Papua Barat telah memberikan dukungan dan perhatian serius terhadap pengembangan potensi pertanian di Kabupaten Pegungungan Arfak (Pegaf).

Perhatian dan dukungan tersebut ditandai dengan adanya penyiapan gudang hortikultura di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegaf yang difungsikan untuk menampung hasil pertanian para petani di wilayah Pegaf.

Kepala Dinas Perindag Provinsi Papua Barat, George Yarangga membenarkan bahwa, gudang hortikultura telah dibangun dengan luas bangunan 200 meter2 yang dilengkapi dengan mesin pendingin berukuran 6x4 m2dan tinggi sekitar 2 meter dan mesin sealer ini dapat menampung 3.000 ton sayur.

Dari pembangunan gudang holtikultura ini, Yarangga berharap, dapat menampung seluruh hasil pertanian dari mama-mama asli Papua di Pegaf, karena selama ini hasil pertanian dan perkebunan warga dari Pegaf sulit dipasarkan karena transportasi dari Pegaf ke Manokwari maupun cuaca.

Ke depan, dengan adanya gudang penampungan holtikultura, warga dapat menitipkan hasil pertaniannya sambil menunggu transportasi untuk dipasarkan.

“Sistem gudang hortikultura ini untuk pertama kali kami mencoba di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegaf, karena kami temukan biasanya mama-mama asli Papua di Minyambouw membawa daun bawang dengan bungkus-bungkus ke Manokwari dan daya tahannya tidak begitu lama. Kami memilih Minyambouw, karena ada semacam kantor balai pertanian disitu, dengan maksud ketika gudang ini dioperasikan, teman-teman di Dinas Pertanian Pegaf bisa memanfaatkan gudang hortikulturan, sebab mereka yang tahu siapa kelompok petani, jumlah hasil perkebunan dan lainnya,”
jelas Yarangga kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis (17/1).

Disinggung soal operasionalnya, Yaranggaberharap kedepan yang mengelola gudang adalah Dinas Pertanian Kabupaten Pegaf mulai dari pembentukan kelompok tani, hingga ke penyimpanan hasil pertaniannya.

“Secara fisik bangunan kita hanya menyerahkan kepada Dinas Pertanian kabupaten Pegaf. Memang secara kedinasan kita harus serahkann kepada Dinas Perindag Kabupaten Pegaf tetapi karena belum terbentuk makanya kita serahkan kepada dinas pertanian,” terang Yarangga.

Diakui Yarangga, jika sampai saat ini gudang holtikultura belum dapat difungsikan karena Dinas Pertanian Pegaf masih menyesuaikan waktu penyerahan aset dari pemprov Papua Barat. “Memang kuncinya gudang tersebut sudah kami serahkan, dengan harapan sambil menunggu proses penyerahan aset dari pemprov kepada kabupaten gudang tersebut dapat dimanfaatkan, dan kami sudah sampaikan,” tukasnya.

Pembangunan gudang hortikultura dibangun dengan menggunakan anggaran yang tidak sedikit. Sehingga diharapkan dapat difungsikan secara optimal, karena jika tidak difungsikan mesin pendinginnya bisa rusak.

Pemanfaatannya, Yarangga menjelaskan, digunakan secara berkelompok, bukan orang perorang.“Kita berharap gudang hortikultura ini dapat membantu petani di Pegaf memasarkan hasil kebunnya. Dari pada uang habis ditransportasi, mendingan menitipkan hasil pertanian di gudang itu saja. Pembelipun akan mendapatkan sayuran yang tetap segar karena sayuran yang dititipkan kondisinya akan tetap segar,” jelasnya seraya menambahkan, bahwa penyerahan aset akan segera dilakukan sekaligus pengoperasiannya.

Apabila gudang holtikultura dapat difungsikan secara optimal dan dapat membantu masyarakat, Yarangga memastikan akan membangun gudang holtikultura di beberapa titik lagi di Pegaf.

“Tentunya, kami tidak bisa bekerja sendiri karena yang mempunyai petani ada di dinas pertanian. Kita hanya mengelola komoditi yang sudah dihasilkan dari para petani. Dan, ini baru yang pertama kita bangun di Pegaf Papua Barat, sehingga dapat dijadikan sebagai pilot projeck gudang dapat berjalan baik,” imbuhnya.

Yarangga menambahkan, kabupaten lain yang juga memiliki potensi adalah di Kabupaten Manokwari Selatan. Apabila anggaran mencukupi gudang hortikultura dapat dibangun di Mansel maupun daerah lainnya agar para pembeli tidak jauh-jauh lagi mencari hasil pertanian dan perkebunan.“Kami tidak bisa bekerja sendiri, kami juga butuh dukungan sumber daya manusianya dan dukungan dari lintas sektor agar berjalan terintrgrasi,” pungkasnya.[FSM-R3]

Dibaca 253 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.