Bupati Lantik Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si saat mengambil sumpah/janji dan pelantikan empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si saat mengambil sumpah/janji dan pelantikan empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Bupati Lantik Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Kabupaten Jayapura Penulis  Rabu, 16 Januari 2019 20:43 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si kembali mengambil sumpah/janji dan pelantikan empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Pengambilan sumpah/janji dan pelantikan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Rabu (16/01/19) sore.

Acara tersebut, selain dihadiri oleh pimpinan OPD Kabupaten Jayapura, juga di hadiri oleh Sekda dan Asisten I Setda Kabupaten Keroom.

Kehadiran pejabat Keroom dalam acara tersebut di karenakan, ada salah satu pejabat pimpinan tinggi pratama yang di lantik adalah pegawai dari Kabupaten Kerom.

Empat pejabat tersebut dilantik untuk jabatan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH),  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) dan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan.

Adapun nama-nama pejabatan yang dilantik, Kepala Disbudpar, Joko Sunaryo. Kepala DPMPK, Elisa Yarusabra.  Kepala DLH, Cris Kores Tokoro dan Staf Ahli Bupati, Daniel Membri.

Dengan terisinya keempat jabatan tersebut maka untuk Pimpinan Tinggi Pratama masih tersisa satu OPD yang harus terisi yakni, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Bupati Jayapura, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama, mengajak pejabat baru untuk lebih giat bekerja guna meneruskan apa yang telah di kerjakan oleh pejabatan lama

“Rotasi jabatan dalam sebuah birokrasi adalah hal yang wajar. Sehingga, siapapun yang di lantik, dan siapapun yang dipindahkan harus menerima, sebab jabatan hanyalah alat untuk berkarya membangung daerah dan melayani masyarakat,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan, sebagai seorang ASN dimanapun di tempatkan hendaknya bekerja dengan baik. Mengabdi dalam pekerjaan, setia melayani masyarakat tidak hanya lewat jabatan tetapi lewat status kepegawaian yang dimiliki.

Dibaca 282 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX