Kajati Bentuk Timsus Buru Labora Sitorus | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Kajati Bentuk Timsus Buru Labora Sitorus

Headline Penulis  Selasa, 03 Februari 2015 01:48 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman da Silva membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran terhadap Labora Sitorus terpidana kasus ilegal logging, kepemilikan bahan bakar illegal dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang,  sejak Oktober 2014 lalu.
Tim ini, kata Kajati, beranggotakan delapan orang yang akan memback up Kejaksaan Negeri Sorong dalam melakukan pencarian keberadaan Labora Sitorus yang hilang bagai ditelan bumi. “Tim ini ada 8 orang, namun mereka Cuma memback up Kejaksaan Negeri Sorong, yang nantinya membantu pencarian Labora Sitorus,” kata Herman, Senin (2/2).
Untuk lokasi pencariannya sendiri, kata Kajati, akan dilakukan diseputaran Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Hanya saja, ketika disinggung apakah Kejaksaan sudah mengetahui keberadaan Labora Sitorus, Kajati enggan berkomentar. “Pokoknya nanti kita akan cari dan kemudian dieksekusi ke Lapas untuk menjalani hukuman sebagaimana putusan dari Mahkamah Agung,” tegas dia.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Labora Sitorus, terpidana kasus ilegal logging, kepemilikan bahan bakar illegal dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Papua, sejak Oktober 2014 lalu.
Penetapan DPO terhadap Labora Sitorus ini, menyusul tidak kembalinya yang bersangkutan ke Lembaga Pemasyarakatan Sorong, paska ijin berobat. Padahal, Kejaksaan Tinggi Papua akan segera melakukan eksekusi, mengingat putusan Mahkamah Agung atas kasasi terhadap Labora Sitorus sudah turun.
Dimana dalam putusan Mahkamah Agung, Labora Sitorus divonis 15 tahun penjara pada 17 September 2014 lalu sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Labora Sitorus yang masih berstatus anggota Polri didakwaannya terbukti melanggar UU Kehutanan, Migas dan TPPU. (Syaiful)

Dibaca 452 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.