Baru 27 Proyek GEL Tahun 2018 Dibayarkan Dinas PU Papua | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Girius One Yoman (kanan) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Girius One Yoman (kanan)

Baru 27 Proyek GEL Tahun 2018 Dibayarkan Dinas PU Papua

Kota Jayapura Penulis  Sabtu, 12 Januari 2019 22:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, hingga saat ini baru membayarkan 27 paket proyek Golongan Ekonomi Lemah (GEL) tahun anggaran 2018.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Girius One Yoman, kepada wartawan di Jayapura, Sabtu, (12/1/2019).

Kadis PU Papua menjelaskan, masih ada sekitar 50 paket GEL yang tidak sempat dibayarkan tahun anggaran 2018.

“kami bayarkan pengusaha GEL tahun 2018, jika pekerjaan fisiknya sudah selesai 100 persen,” katanya.

Dikatakannya, tahun 2018 pekerjaan GEL di PUPR Papua kurang lebih ada 75 paket, dan masih banyak pekerjaan yang belum selesai, sehingga tidak bisa dibayarkan akhir tahun kemarin.

“pekerjaan GEL yang sudah selesai dikerjakan, hak-hak pengusaha sudah tidak masalah,” ujarnya.

Terkait dengan adanya pengusaha GEL yang melakukan unjuk rasa di kediaman Sekda Papua, dengan tegas Kadis PUPR membantahnya. Menurtnya, pengusaha GEL itu hanya minta kepastian pembayaran pekerjaanya GEL tahun 2018 yang belum dibayarkan, bukan melakukan unjuk rasa.

Dikatakan lagi, akhi bulan Desember itu, ada pekerjaan GEL yang kita sudah mengajukan permohonan pencairan berupa Surat Perintah Membayar (SPM) ke Badan Keuangan dan Aset Daerah per 31 Desember, tetapi batas pembayaran itu hanya sampai pukul 24,00 Wit (12 malam).

Oleh karena itu, kata Yoman, proyek pekerjaan GEL yang belum dibayarkan pasti akan dibayarkan tahun 2019.  

“itu kan utang pemerintah, pasti dibayarkan, tapi ada aturannya, bukan meminta dengan cara datangi kediaman pimpinan,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan pengusaha GEL Papua, supaya punya etika dalam bermitra dengan pemerintah.

“saya harap kalau ada masalah datang kita bicara baik-baik, kalau pake demo ke rumah pimpinan, bisa saja kita blacklist, tidak boleh lagi dapat paket pekerjaan di Dinas PU Papua," tegasnya lagi.

Dibaca 696 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.