Pengiriman Barang di JNE Terlambat, Ini Penyebabnya | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Antrian konsumen di JNE Jayapura. Antrian konsumen di JNE Jayapura.

Pengiriman Barang di JNE Terlambat, Ini Penyebabnya

Ekonomi & Bisnis Penulis  Kamis, 10 Januari 2019 18:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Kepala Cabang Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Jayapura, Rusmal Jaya mengatakan, kejadian terlambatnya pengiriman barang pada Desember 2018  sampai Januari 2019 disebabkan beberapa faktor.

“Keterlambatan disebabkan space untuk cargo dibatasi, jadi barang susah  untuk berangkat menggunakan cargo udara, alternatifnya melalui jalur laut, lantaran jalur udara sedang masa peak season pada periode natal dan tahun baru, “jelas Rusmal, Kamis (10/1/2019).

JNE, kata Rusmal, telah melakukan pertemuan dengan Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) beberapa waktu lalu dan telah disampaikan bahwa akan terjadi keterlambatan pengiriman barang terlebih untuk wilayah Indonesia Timur.

Agar tetap menggunakan jalur udara untuk pengiriman barang ke Papua, pihaknya mengecek space yang kosong pada pesawat yang akan terbang ke Jayapura.

“Misalnya kalau space cargo di Makassar kosong, maka kami segera isi untuk dikirim ke Jayapura, begitupun di daerah lainnya seperti di Surabaya, intinya begitu ada space kosong, kami masuk disitu, “ucapnya.

Selain tidak ada space yang kosong, Rusmal mengaku keterlambatan pengiriman barang konsumen juga disebabkan tarif cargo dari maskapai naik hampir 100 persen sehingga pihaknya melakukan penyesuaian tarif untuk pengguna jasa JNE.

Bahkan, kata Rusmal, selama Desember 2018, tarif pengiriman barang melalui cargo udara dua kali mengalami kenaikan. “Januari ini saja sudah naik, tapi kami evaluasi dulu, sehingga masih pakai tarif 2018, “ucap Rusmal.

Supervisor Sales Marketing JNE Jayapura, Faradillah mengatakan, tingginya trafik pengiriman barang dari dan keluar Jayapura menjelang akhir tahun 2018 diluar prediksi pihaknya.

Berdasarkan tahun sebelumnya, trafik pengiriman barang tidak terlalu tinggi, bahkan tahun 2017 hanya sekitar 1000-1500 resi, oleh sebab itu, pihaknya memprediksi pengiriman barang pada tahun 2018 hanya sekitar 2000 – 2500 resi.

“Ini diluar perkiraan kami, trafiknya naik dua kali lipat dari perkiraan mencapai 5000 resi belum bisa terkirim semua disebabkan space cargo dibatasi, apalagi tarif cargo naik, “kata Faradillah. (Zulkifli)

Dibaca 1364 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.