Polsek Abepura Sosialisasi Pencegahan Saber Pungli dan Berita Hoax | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Sosialisasi pencegahan saber pungli dan berita hoax. Sosialisasi pencegahan saber pungli dan berita hoax.

Polsek Abepura Sosialisasi Pencegahan Saber Pungli dan Berita Hoax

Kota Jayapura Penulis  Rabu, 09 Januari 2019 18:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Kepolisian Sektor Abepura melakukan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan aksi tindakan pungutan liar (pungli) dan sosialisasi penyebaran berita hoax kepada warga di kawasan Kali Acai Abepura, Selasa (8/1/2019).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Abepura, Ipda Roedy Rubianto beserta dua stafnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Ipda Roedy Rubianto menyampaikan pihaknya hadir untuk menjalin silaturahmi antar warga dengan Kepolisian guna memberantas pungli dan menangkal penyebaran berita hoax (bohong) dalam kehidupan sehari-hari.

Lanjut Ipda Roedy, program pemerintah tersebut digelorakan oleh setiap instansi yang tergabung dalam Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), dimana jajaran Polsek perlu melakukan tindakan preemtif dan preventif.

“Sehingga apabila ditemui laporan pengaduan terkait adanya unsur pidana pungli, maka akan dilakukan langkah hukum, “jelas Roedy.

Kepolisian, kata Roedy, menjunjung tinggi etika dalam menjaga hubungan sesama instansi namun sesuai perintah pimpinan, maka sosialisasi tersebut dilakukan baik di tingkat distrik maupun seluruh elemen masyarakat.

Pihaknya menghimbau kepada warga apabila menemukan kegiatan pungli agar melaporkan kepada Tim Saber Pungli Kota Jayapura sehingga pihak Kepolisian bersama tim lainnya dapat mengambil langkah hukum.

Roedy mengatakan, aksi pungli dapat dilihat dari sisi hukum bentuknya terbagi menjadi berbagai macam contoh di institusi Kepolisian ada pembuatan SKCK yang standar biaya hanya Rp30.000 per surat.
“Apabila admin meminta lebih dari biaya dasar tersebut, maka sisanya sudah disebut tindakan pungli, “ucapnya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan memberi pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan berita hoax. Menurut Roedy, berita atau informasi harus diketahui dulu kebenarannya sebelum disebarkan.

“Jangan langsung disebarkan, karena belum tentu berita atau informasi yang diperoleh benar adanya. Oleh karena itu perlu kerjasama warga untuk memerangi segala bentuk berita bohong baik berupa isu sara, budaya atau ujaran kebencian yang belum jelas sumbernya, “imbuhnya. (Zulkifli)

Dibaca 378 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.