Terdakwa Sebut Diancam PW akan Dibunuh Jika Tidak Membeli Ganja | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Terdakwa Sebut Diancam PW akan Dibunuh Jika Tidak Membeli Ganja

Papua Barat Penulis  Rabu, 09 Januari 2019 14:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 jenis Ganja atas terdakwa, William Y. Womsiwor alias Putra (20 tahun) dilanjutkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Selasa (8/1).

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Faisal M. Kossah, SH itu beragenda pemeriksaan 2 saksi dari Satnarkoba Polres Manokwari yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Benony A. Kombado, SH.

Edy Rahman, anggota Satnarkoba Polres Manokwari selaku saksi, menjelaskan, awalnya terdakwa ditangkap penyidik BNN Perwakilan Provinsi Papua Barat, kemudian diserahkan ke pihak Satnarkoba Polres Manokwari.

Ia mengatakan, penyerahan terdakwa dari BNN ke Satnarkoba ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan tersangka dan barang bukti 2 paket Ganja kering berukuran kecil.

“Saya jemput dia di Kantor BNN, lalu dibawa ke Polres Manokwari dengan mobil. Di perjalanan, saya sempat tanyakan siapa yang punya Ganja, tapi terdakwa bilang disuruh temannya di belakang Hadi Mart untuk beli itu Ganja,” kata Rahman.

Hal senada dikatakan saksi, Michael Sianturi yang juga anggota Satnarkoba Polres Manokwari. Diungkapkannya, terdakwa ditangkap penyidik BNN bersama barang bukti, kemudian diserahkan ke pihaknya untuk melakukan proses hukum lebih lanjut.

Ditanya JPU, apakah ada barang bukti lain yang diterima saksi dan rekannya ketika penyerahan terdakwa, Sianturi mengaku tidak ada barang bukti lain selain 2 paket Ganja tersebut.

Usai mendengarkan keterangan kedua saksi, terdakwa mengaku, sebenarnya dirinya hanya dijebak untuk membeli Ganja. “Saya disuruh membeli Ganja oleh PW. Dia ancam mau bunuh saya kalau tidak membeli Ganja, jadi saya beli,” kata Putra.

Usai mendengarkan pengakuan terdakwa, hakim meminta supaya terdakwa tidak membantah atau mencoba membela diri atas perbuatannya. Untuk mengetahui proses penangkapan, hakim meminta JPU menghadirkan penyidik BNN untuk menjadi saksi dalam persidangan berikutnya. Selanjutnya, majelis hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi. [BOM-R1]

Dibaca 202 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.