Mangkir Hari Pertama Kerja, Sekitar 1000-an ASN Terancam Tidak Menerima TPP | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Mangkir Hari Pertama Kerja, Sekitar 1000-an ASN Terancam Tidak Menerima TPP

Papua Barat Penulis  Selasa, 08 Januari 2019 14:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Memastikan tingkat kehadiran ASN pada hari pertama kerja tahun 2019, Bupati, Sekda, para Asisten Sekda, dan Staf Ahli Bupati Manokwari melihat langsung absen dan kehadiran ASN di setiap OPD pada apel gabungan ASN Pemkab Manokwari di halaman kantor Bupati Manokwari, Senin (7/1).

Setiap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maju ke hadapan Bupati melaporkan kehadiran ASN di setiap OPD untuk diabsen satu per satu.

Pengecekan kehadiran itu dilakukan karena Pemkab Manokwari sudah memutuskan bagi ASN yang tidak hadir pada hari pertama kerja tidak akan diberikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Setelah pemeriksaan kehadiran itu, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan menyebut tingkat kehadiran  ASN pada hari pertama kerja setelah liburan Natal dan Tahun Baru itu mencapai 70 persen. Ada sekitar 30 persen dari total 3.800-an orang ASN yang tidak hadir dan tidak akan dibayarkan TPP-nya.

“Ini hari pertama jadi kami absen semua langsung,” sebutnya.

Mandacan mengatakan, absen langsung di lapangan apel akan dilakukan dua kali setiap tahun. Selain di Januari setelah liburan Natal dan Tahun Baru, hal yang sama akan dilaksanakan setelah libur Hari Raya Idul Fitri.

“Jadi setahun dua kali, setelah Natal dan Tahun Baru serta setelah Lebaran. Jadi setelah Lebaran juga kami lakukan hal yang sama. Untuk mereka yang tidak hadir, TPP tidak dibayarkan,” tegasnya.

Bagi ASN yang hadir, TPP akan dibayarkan tetapi nanti laporan kinerja juga harus disampaikan setiap hari. “Jadi setiap hari itu ASN kerja apa dilaporkan. Itu yang disebut dengan penilaian kinerja. Terus ini tingkat kehadiran. Dengan demikian, hari ini kami absen satu per satu untuk setiap OPD,” sebutnya.

Mengenai Perbup soal TPP, Mandacan mengatakan, akan diubah dengan menambahkan aturan setelah liburan dan masuk pada Januari hari pertama wajib masuk. Jika tidak masuk, TPP untuk satu bulan otomatis tidak dibayarkan.

“Dan juga nanti setelah Lebaran. Begitu juga dengan honorer yang tidak hadir, kita tidak bayarkan. Karena saya sudah sampaikan di 31 Desember 2018 bahwa semua harus hadir, harus masuk hari pertama, yaitu 7 Januari semua harus masuk kerja,” imbuhnya.

Mandacan berharap, kehadiran ASN juga tidak hanya pada hari pertama dan kedua karena untuk TPP tingkat kehadiran setiap hari juga harus dilihat. Untuk pembayaran TPP, lanjutnya, tinggal diusulkan yang data-datanya akan difinalisasi oleh tim yang sudah ada.

“Jadi tim, misalnya untuk Januari ini akan dibayarkan di Februari, Februari dibayar pada Maret dan Desember dibayarkan pada Januari karena tim harus memverifikasi kembali tingkat kehadiran dan kinerja yang mereka lakukan,” sambungnya.

Bupati Mandacan juga mengingatkan, mulai tahun 2019, semua ASN harus membuat laporan kinerja setiap hari. Laporan dibuat dan diketahui oleh pejabat secara berjenjang. “Jadi setiap ASN masing-masing harus buat laporan, jangan sampai ada laporan yang copy paste, nyontek dari teman punya, jadi buat ini sama-sama. Buat laporan yang sama, kecuali mungkin ada pekerjaan yang membutuhkan lebih dari satu orang yang kerja,” tegasnya.

Melalui laporan kinerja itu, akan terlihat ASN mana bekerja dan ASN mana yang tidak bekerja. “Hari ini saya tegaskan kembali, hari ini bagi siapa yang tidak hadir, TPP tidak usah ditanyakan. Itu langsung saya kasih putus, itu tidak dibayarkan. Satu hari saja untuk satu bulan TPP tidak terima,” tandasnya. (BNB-R3)

Dibaca 164 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.