Gubernur Papua Akan Jual Aset PT. PRP | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Gubernur Papua Akan Jual Aset PT. PRP

Headline Penulis  Jumat, 03 Juli 2015 17:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku PT Percetakan Rakyat Papua (PRP) tidak membawa keuntungan bagi Pemerintah.
Aset-aset yang dibeli dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua sekitar Rp 100 milyar dimasa kepemimpinan mantan gubernur Bas Suebu itu, rencanya akan dijual oleh Pemerintah Provinsi Papua.
‘’Aset PRP dibeli mahal tanpa perencanaan bisnis yang jelas. Jadi kalau sudah disita oleh pengadilan, saya pikir dijual saja,’’ tegas gubernur Lukas Enembe kepada wartawan usai sidang LPJK di DPR Papua, Kamis kemarin.
Menurut gubernur mesin-mesin yang ada di PRP tidak cocok berada di Papua, cocoknya di pulau jawa karena bisa memproduksi cetakan yang banyak. Kata gubernur, di Papua cocoknya mesin yang lebih kecil.
Oleh karna itu, perencanaan bisnis yang tidak jelas, maka kalau pengadilan sudah sita dilelang atau jual saja, karena tidak ada kontribusi pendapatan daerah juga bagi pemerintah. Tegasnya lagi.
Diketahui, kuasa hukum penggugat, Wahyu Wibow, mengatakan kami sudah melakukan upaya jalan tengah dengan memberikan waktu kepada pihak tergugat untuk membayarkan uang ganti rugi Kepada puluhan karyawan PT. Percetakan Rakyat Papua (PRP) yang di PHK tahun 2013 lalu.
Karena tidak memiliki etikat kata Wahyu, sehingga penggugat meminta surat sita eksekusi untuk jaminan. Jaminan pokok temana-teman dalam hal ini sebagai pemohon eksekusi bukan pada mesinya tetapi pada nilai uang yang wajib dibayarkan sesuai dengan  keputusan.
“Harga mesin Rp. 9 ratus juta dan hampir Rp. 1 milyar.   Sementara tuntutan awal karyawan sekitar Rp. 700 lebih dan tuntutan itu akan terus meningkat jika dilakukan PK. Jadi sepadan dengan nilai jaminan kami, apalagi itu mesin nanti akan dihitung nilai susutnya, “ ujarnya. (Bams)

Dibaca 646 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX