Gubernur Lantik Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH saat melantik  Jhon Richard Banua-Marthin Yogobi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Perode 2018-2023. Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH saat melantik Jhon Richard Banua-Marthin Yogobi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Perode 2018-2023.

Gubernur Lantik Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya

Headline Penulis  Selasa, 18 Desember 2018 19:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, melantik  Jhon Richard Banua-Marthin Yogobi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Perode 2018-2023.

Acara pelantikan berlangsung di Gedung GKI Aithousa Betlehem, Wamena, Jayawijaya, Selasa, (18/12/2018).

Hadir pada acara pelantikan ini, Ketua PKK Provinis Papua, Ketua DPRP, Sekda dan para asisten Setda Kabupaten Jayawijaya, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jayawijaya dan unsur Forkopimda lainnya.

Untuk diketahui, Jhon Richard Banua-Marthin Yogobi Bupati dan wakil bupati terpilih pada Pilkada 27 Juni 2018 lalu, dengan memperoleh 260.012 suara, sedangkan kotak kosong memperoleh 2.271 suara dari jumlah DPT sebanyak 268.416.

Usai melantik dan mengambil sumpah serta serah terima jabatan, pasangan bupati ini juga melakukan penandatanganan pakta integritas.
Dalam arahannya, kata Gubernur, sebagaimana amanat Psl 163 ayat 1 UU No.8 tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, walikota dan Wakil Walikota dilantik oleh gubernur di ibukota provinsi atau di ibukota Kabupaten yang bersangkutan.

“Selamat atas pelantikan bupati dan wakil bupati Jayawijaya, kita harus bersyukur, pilkada bupati dan gubernur di Kabupaten Jayawijaya bisa berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Gubernur berpesan kepada pasangan Jhon Richard Banua-Marthin Yogobi bekerja sungguh-sungguh dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat. Caranya dengan mewujudkan pembangunan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jayawijaya.

Lukas mengatakan, untuk memimpin rakyat di sebuah kabupaten pegunungan tidaklah mudah.  Sebab, kondisi geografis daerah yang sulit berimbas pada susahnya transportasi dan tingginya harga barang.

Selain itu, kata Gubenrur,  program pembangunan Kabupaten Jayawijaya kedepan juga harus berpedoman pada visi misi gubernur dan sesuai kondisi geografis daerahmasing-masing.

“saya minta bupati dan wakil bupati, berkoodinasi dengan OPD provinsi Papua agar program provinsi dan kabupaten bisa berjalan sinergi kedepan,” pesannya.

Gubernur menambahkan, Kabupaten Jayawijaya bersama kabupatan Mimika, Biak, Merauke, Jayapura dan Kota Jayapura sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

Oleh karena itu, Jayawijaya harus menjadi tuan rumah yang baik untuk Tolikara sebagai penyangga tuan rumah PON. “Tolikara akan mempertandingkan salah satu cabang olahraga, Kabupaten Jayawijaya harus mendukung agar kegiatan tersebut berjalan dengan sukses,” tuturnya.

Lanjutnya, sebagai tuan rumah PON, pemerintah Papua dan Pusat sedang merevisi Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 tahun 2017 tentang PON Papua.

Dalam merevisi Inpres tersebut, kata mantan Bupati Puncak Jaya ini, semua biaya pembangunan infrastruktur akan dibiayai oleh Anggara Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

Sementara, kepada seluruh rakyat Jayawijaya, Gubernur Lukas mengingatkan agar bersatu untuk mendukung segala program pembangunan yang dibuat oleh pemerintah.

“saya minta bupati dan wakil bupati rangkul semua anak-anak Jayawijaya, mari kita sama-sama mendukung pembangunan di kabupaten Jayawijaya,” pesannya.

Dibaca 378 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX