Polda Papua Turunkan Tim Cek Isu Pengeboman di Nduga | Pasific Pos.com

| 13 November, 2019 |

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin

Polda Papua Turunkan Tim Cek Isu Pengeboman di Nduga

Headline Penulis  Selasa, 18 Desember 2018 00:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Korban Penembakan Diduga Melakukan Penyerangan Pos TNI"



JAYAPURA,- Kapolda Papua angkat bicara terkait informasi yang beredar di Publik bahkan postingan di media sosial yang menyatakan bahwa aparat gabungan TNI-Polri melakukan aksi pengeboman di distrik Yigi dan Mbua beberapa waktu lalu saat melakukan penyisiran yang mengakibatkan adanya korban jiwa dari warga sipil.

“Kami masih kroscek, tim dari Polda dan Polres akan turun langsung dan memastikan. Namun dari gambar yang ada itu bukan bom melainkan gas air mata,” jelas Kapolda ketika di Wawancarai di Mapolda Papua, Senin (17/12) siang.

Lanjut Kapolda, apabila yang diposting itu bom, kemungkinan besar ada bekas ledakan atau kebarakan lantaran efek dari bom pada area titik yang terkena ledakan. Akan tetapi foto yang dipostikn itu merupakan gas air mata.

“Gas air mata ini digunakan atau tidak kami masih dalami, kalau bom itu semua sudah hancur, tapi dari selongsong yang tertinggal kita lihat dan yang berderar di media social itu gas air mata itu bukan bom,” tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan adanya korban jiwa, ia menerangkan kemungkinan besar mereka (Korban red) ikut serta dalam penyerangan Pos TNI yang ada di Mbua.

“Apabila ada masyarakat yang tertembak tanggal 3 Desember, itu saya pastikan  dia terlibat penyerangan pos TNI di Mbua, dan kita turun ke lokasi pada tanggal 4,” jelasnya.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini pun menambahkan, namun yang menjadi titik focus saat ini ialah mencari empat korban jiwa dari PT.Istaka Karya yang belum diketahui keberadaanya saat ini pasca kekerasan dan pembantaian beberapa waktu lalu.

“Mudah-mudahan empat korban yang belum tahu keberadaanya bisa ditemukan, kami juga bantu tiga satuan disana dan Dansat Narkoba masih berada di sana hingga saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu saat ditanyakan terkait inisial PU yang digadang-gadangkan sebagai pimpinan dari Egianus Kogoya yang melakukan penyerangan dan pembantaian pekerja PT.Istaka Karya. Dirinya menjawab setiap daerah yang memiliki basis KKB memiliki pimpinan masing-masing.

“kalau itu pernyataan dari Karopenmas terkait pimpinan Egianus Kogoya berinisial PU, silahkan saja korscek di Mabes Polri, tapi setahu saya masing-masing daerah memiliki Komando,” tegasnya.

Dibaca 242 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX