Kapolda Papua Pecat 10 Anggota dan 1 ASN | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Kapolda Papua saat melepaskan pakaian dinas dari Salah satu ASN yang terkena PTDH. Kapolda Papua saat melepaskan pakaian dinas dari Salah satu ASN yang terkena PTDH.

Kapolda Papua Pecat 10 Anggota dan 1 ASN

Headline Penulis  Selasa, 18 Desember 2018 00:07 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Siapa Yang berselingkuh Wajib Hukumnya PTDH"



JAYAPURA,- Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin, secara langsung memimpin upacara pemberhentian 10 Anggota kepolisian yang bertugas Polres Jajaran dan serta satu Aparatur Sipil Negara yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolda Papua, Senin (17/12) pagi.

Pemberhetian dengan tidak hormat (PTDH) ini dipimpin langsung Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin dan diikuti para pejabat utama dilingkungan polda papua dan seluruh personil Mapolda Papua.

Ke 10 anggota Polisi yang diberhentikan yakni Aipda M, Briptu DW, Briptu EU, Bripka BS, Brigpol Y, Brigpol RH, Brigpol ML, Bripda MYF, Brigpol ES dan Bripda KES, sementara PNS yang diberhentikan ialah PHS lantaran terlibat dalam kasus penggelapan.

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengungkapkan anggota yang diberhentikan ini sebagian besar lantaran Sersi atau meninggalkan tempat tugas bahkan ada yang terlibat tindak pidana.

“Pelanggaran yang peling berat adalah meninggalkan tugas dan itu tidak ada toleransi, kerena, kita sebagai anggota kepolisian tugasnya yakni mengayomi melindungi dan melayani masyarakat, kalau pergi meninggalkan tugas itu bukan anggota Polisi, itu harus kena sanksi yaitu pemecatan,” tegasnya.

Kapolda menerangkan, tindak tegas dengan konsekuensi lantaran yang bersangkutan sudah tidak dapat dipertahankan lagi di institusi Kepolisian.

"Mereka adalah contoh tidak baik maka itu pemberhentian adalah salah satu cara terbaik. Kalau bisa dipertahankan kita pertahankan," ungkapnya

 Dirinya pun menuturkan tidak ada diskriminasi, siapapun yang melanggaran aturan makan wajib hukumnya ditindak entah itu bintara maupaun perwira.

“Tidak ada urusan, siapa yang melanggar dan terus melakukan pelanggaran maka kita akan lakukan pemecatan. Entah itu bintara atau perwira sudah ada contohnya. Jangan bilang saya hanya berani sama bintara, melanggar maka harus dihukum dan itu berlaku juga dengan para perwira,” terangnya.

Mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini pun berharap seluruh personil yang ada di jajaran Mapolda Papua agar terus melakukan dedikasi untuk bangsa dan Negara ini terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian.

“Tugas kita mengayomi, melayani dan melindungi sesuai dengan semboyan kita, maka saya harap semua dapat memberikan kinerja dengan maksimal, dan jangan sekali-kali melakukan hal yang diluar tugas dan tanggung jawab kita yang bertentangan dengan aturan maka akan ditindak,” tegasnya.

Selain memberhetikan 11 orang di lingkungan Mapolda Papua, dirinya pun memberikan penghargaan kepada 47 personil yang berpretasi dalam memberikan pelayanan publik serta pengungkapan kasus.

“Nanti kepada anggota yang berprestasi agar diberikan reward berupa talent scouting, jadi saya secara pribadi dan institusi berharap rekan-rekan agar bekerja dengan maksimal dan memberikan yang terbaik,” harapnya.

Bahkan Kapolda memberikan peringatan serius  bagi seluruh anggotanya baik itu Polisi maupun Polwan, dan ASN untuk tidak terlibat dalam kasus perselingkuhan lantaran konsekuensinya adalah pemberhentian.

"Saya tidak suka mempertahan orang yang tidak bermoral, siapa yang berselingkuh maka hanya satu hukumannya yakni PTDH," tegasnya.

Dibaca 345 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX