16 WNA Pekerja Tambang Divonis 5,5 Bulan Penjara Denda 10 Juta | Pasific Pos.com

| 25 June, 2019 |

16 WNA Pekerja Tambang Divonis 5,5 Bulan Penjara Denda 10 Juta

Papua Tengah Penulis  Sabtu, 15 Desember 2018 12:54 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Nabire,  - 16 Warga Negara Asing (WNA) divonis pidana penjara masing-masing 5 bulan 15 hari dan denda sebesar Rp10 juta subsider 15 hari kurungan. Putusan ini dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Nabire dalam sidangnya, Rabu (12/12).

Sebelumnya, ke-16 WNA asal Tiongkok ini diamankan Petugas Imigrasi Klas II-B Tembagapura, kabupaten Mimika karena bekerja menggunakan visa kunjungan wisata di perusahaan pertambangan emas di kilometer 32 kampung Legari, distrik Makimi, kabupaten Nabire.

Dalam berkas perkara Nomor 102/Pid.Sus/2018/PN Naire yang disidangkan di PN Nabire, ke-16 WNA asal Tiongkok ini didakwa dengan Pasal 122 huruf a Undang Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Pada sidang pembacaan putusan yang digelar di ruang sidang PN Nabire, Hakim Ketua Erens Jannes Ulaen SH, MH menyatakan bahwa ke-16 WNA asal Tiongkok terbukti melanggar Pasal 122 huruf a UU Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Para terdakwa memenuhi (1) unsur setiap orang asing, (2) sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian visa kunjungan ke Indonesia, dan (3) unsur barang siapa dan dendan siapa melakukan,” kata Erens Jannes yang didampingi Hakim anggota Ariandi SH, MH dan Rifin Nurhakim SH, MH di Pengadilan Negeri Nabire, Rabu (12/12/2018)

Putusan Majelis Hakim ini sama persis dengan tuntutan jaksa yang dibacakan Jaksa Penuntut Arnes Tomasila SH pada sidang sebelumnya.

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menegaskan bahwa hal yang memberatkan para terdakwa karena mereka dengan sengaja menyalahgunakan dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian visa kunjungan yang diberikan.

“Hal-hal yang meringankan karena terdakwa bersikap sopan selama persidangan, telah melakukan proses detensi selama 3 bulan di Kantor Imigrasi Mimika, dan terdakwa belum menikmati hasil pertambangan emas,” kata Erens Jannes membaca berkas putusan.

Majelis Hakim memberikan waktu 7 hari kepada para terdakwa untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jayapura. “Apabila dari batas waktu yang ditentukan para terdakwa belum ada tanggapan, maka para terdakwa akan menjalani hukuman penjara sesuai yang telah diputuskan,” ucap Erens Jannes.

Ke-16 WNA Tiongkok yang menjadi terdakwa yakni Wu Jiming, Li Yuling, Tang Gang, Wu Jiang, Li Shihong, Li Changfu, Luo Yubing, Lu Xianpeng, Zhou Shunqing, Wang Yongli, Mao Jialing, Hou Yuwen, Gong Xiaojun, Wu Xiaoming, Ouyang Weishan, dan Yang Enlong. Mereka didampingi kuasa hukumnya Isai Wuri Timur, Habel Rumbiak, dan Kodrat.

Dibaca 197 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.